VIVAnews - Manajemen RBS Indonesia memastikan proses private placement 14,1 persen saham PT Indocement Tunggal Prakasa Tbk (INTP) milik Heidelberg Cement AG dilakukan melalui RBS Hong Kong.
"RBS yang digunakan untuk deal ini (private placement). Bertindak sebagai placing agent adalah RBS Hong Kong," kata Country Head of Communications and Marketing RBS Daisy K Primayanti kepada VIVAnews di Jakarta, Rabu 10 Juni 2009.
Sementara itu, proses transaksi tutup sendiri (crossing) di bursa Indonesia dilakukan melalui ABN AMRO Asia Securities. "Di Indonesia, RBS memiliki ABN AMRO Asia Securities. Crossing saham dilakukan di bursa Indonesia," ujar dia.
Dia menambahkan, penutupan harga private placement tersebut dilakukan pada level Rp 6.000 per unit atau diskon 12,4 persen dari harga saham Indocement Selasa 9 Juni 2009 di posisi Rp 6.850. "Total dana yang diraih sekitar US$ 310 juta," kata dia.
Namun, ketika dikonfirmasi mengenai pembeli saham Indocement milik Heidelberg Cement AG itu, RBS Indonesia masih menunggu konfirmasi dari RBS global.
Sebelumnya, berdasarkan data transaksi di Bursa Efek Indonesia (BEI), terjadi transaksi tutup sendiri di pasar negosiasi terhadap saham Indocement.
Transaksi melalui broker ABN AMRO Asia Securities dilakukan pada harga Rp 6.000 sebanyak 1.041.000 lot atau setara 520,05 juta saham. Total transaksi tutup sendiri tersebut sekitar Rp 3,12 triliun.
Crossing saham Indocement tersebut terjadi pada pukul 09.41 waktu Jakarta Automatic Trading System (JATS).
arinto.wibowo@vivanews.com