VIVAnews - PT Holcim Indonesia Tbk (SMCB) membantah tuduhan bahwa perseroan telah melakukan kesepakatan penetapan harga jual semen (kartel) dengan beberapa produsen semen lain.
"Kartel semen itu tidak ada," kata Manager Komunikasi Perusahaan Holcim Indonesia Budi Primawan usai acara penandatanganan kesepakatan kerja sama kemitraan beton jadi di Menara Jamsostek, Jakarta, Selasa 9 Juni 2009.
Dia menambahkan, harga jual semen di Indonesia saat ini relatif lebih mahal dibanding negara lain. Harga semen di Indonesia sekitar US$ 91 per ton, sedangkan di negara lain hanya berkisar US$ 75-80 per ton.
"Harga jual kami sekitar Rp 50 ribu per kantung semen. Satu kantung semen setara dengan 50 kilogram (kg)," tuturnya.
Meski demikian, Budi mengungkapkan, tingginya harga semen disebabkan oleh beban produksi. Selain itu, perusahaan harus memperhitungkan marjin dalam penjualannya. "Hal itu menyulitkan Holcim menurunkan harga semen," kata dia.
Dia menjelaskan, pos biaya produksi mengalokasikan 50 persen dari total biaya. Sedangkan logistik sekitar 20-30 persen dan beban bahan bakar 40 persen.
arinto.wibowo@vivanews.com