Kadin Susun Roadmap Ketahanan Pangan

Roadmap ketahanan ini menyangkut tujuh komoditi pangan.

Rabu, 3 Juni 2009, 16:25 WIB
Umi Kalsum, Anda Nurlaila
Pertanian (ANTARA/Syaiful Arif)

VIVAnews - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia akan menyelenggarakan simposium tujuh komoditi untuk menjadi bahan masukan penyusunan roadmap ketahanan pangan.

Ketujuh komoditi tersebut diantaranya beras, gula, jagung dan kedelai, kelapa sawit, peternakan (daging, telur, dan susu), produk perikanan dan kelautan, serta hortikultura (umbi-umbian, kopi, teh, dan kakao).

"Simposium yang termasuk dalam Program Feed The World ini diinisiasi untuk meningkatkan peran dan kontribusi Indonesia bagi internasional," kata Wakil Ketua Umum Bidang Agrobisnis, Pangan, dan Kehutanan Kadin Indonesia Franky Oesman Widjaja di Menara Kadin, Jakarta, Rabu, 3 Juni 2009.

Roadmap akan disusun untuk jangka pendek (2009-2014) dan jangka panjang (2009-2030). Penyusunan roadmap diperkirakan akan selesai pada September 2009 dan akan diserahkan pada presiden terpilih pemerintah baru.

"Selain itu, roadmap juga akan berisi rekomendasi dari semua pihak, misalnya persoalan pengaturan tata ruang, keterbatasan infrastruktur untuk mendukung agribisnis pangan, perikanan, dan peternakan, atau sistem pendanaan pertanian," katanya.

Melalui Program Feed The World, Kadin juga menyelenggarakan dialog antar pakar dan pengusaha, lokakarya, seminar dan pameran yang bertema "Menuju Swasembada yang Kompetitif dan Berkelanjutan serta Mendorong Produk-Produk Unggulan Menjadi Primadona Dunia". Feed The World akan digelar pada 12-14 Oktober 2009 di Jakarta Convention Centre (JCC) dan rencananya akan dibuka oleh Presiden RI.

Menurut Ketua Komite Tetap Ketahanan Pangan Kadin Indonesia Fransiscus Welirang, Feed The World akan mengetengahkan isu pemanasan global. "Perubahan iklim, pemanasan global dan penguapan air berdampak pada perubahan sistem bahkan terciptanya hama baru," ujarnya.

Fransiscus menilai dunia tengah menghadapi krisis pangan dan menghadapi ancaman kelangkaan. "Untuk Indonesia yang sudah swasembada, bagaimana mempertahankan agar berkelanjutan," ujarnya.

Kadin, kata dia, telah menyarankan kepada pemerintah untuk merevaluasi cadangan nasional (buffer stock) dan membentuk ketahanan pangan secara regional.. "Jadi kita bukan sekedar mandiri, dengan tidak impor, tapi juga harus sustainable," kata dia.



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ