VIVAnews - Berdasarkan data yang dikeluarkan BPS Provinsi Riau pada 1 Juni 2009, nilai ekspor Riau pada Februari 2009 hanya US$ 553,86 juta. Angka ini turun 28,21 persen dibandingkan ekspor Januari 2009 yang mencapai US$ 771,53 juta.
Penurunan ini disebabkan oleh menurunnya ekspor ekspor Migas sebesar 20,39 persen. Sedangkan ekspor non Migas turun sebesar 31,29 persen.
"Secara komulatif nilai ekspor Januari-Februari 2009 sebesar US$ 1.325,39 juta mengalami penurunan sebesar 39,32 persen dibanding periode yang sama pada 2008 sebesar US$ 2.184,15 juta. Kontribusi nilai ekspor Riau terhadap nasional pada Februari 2009 sebesar 7,82 persen dan pada Januari-Februari sebesar 5,42 persen," kata Kepala BPS Provinsi Riau, Irlan Indocahyo kepada VIVAnews.
Ia menjelaskan, untuk ekspor Migas pada Februari 2009 mencapai US$ 173,16 juta atau turun 20,39 persen dibanding ekspor Migas pada Januari 2009. Sedangkan selama Januari-Februari 2009 ekspor Migas mencapai US$ 390,67 juta atau mengalami penurunan sebesar 58,17 persen dibanding periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Sedangkan ekspor non Migas pada Februari 2009 mencapai US$ 380,70 juta atau turun 31,29 persen dibanding Januari 2009. Sementara selama Januari-Februari 2009 mencapai US$ 934,72 juta atau menurun 25,24 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.
"Selama Januari-Februari 2009 ekspor non Migas didominir oleh lemak dan minyak hewani atau nabati sebesar US$ 619,87 juta atau sekitar 66,32 persen. Setelah itu diikuti oleh kertas dan karton sebesar US$137,35 juta atau sekitar 14,69 persen serta bubuk kayu US$99,07 juta atau 10,60 persen. Kontribusi ketiganya mencapai 91,61 persen dari ekspor non Migas Riau," papar Irlan.
Ekspor non Migas ke India selama Januari-Februari 2009 mencapai angka terbesar yakni US$238,51 juta, diikuti Cina US$ 182,72 juta, Belanda US$ 86,59 juta, Bangladesh US$ 51,49 juta dan Malaysia sebesar US$ 50,39 juta.
"Menurut sektor, ekspor hasil industri selama Januari-Februari 2009 menurun sebesar 25,58 persen. Sedangkan ekspor hasil pertanian dan hasil pertambangan dan lainnya mengalami kenaikan masing-masing 11,31 persen dibading periode yang sama tahun lalu," ungkapnya.
Laporan: Ali Azumar | Riau