VIVAnews - Ekspor batubara Indonesia pada Januari-April 2009 hanya mencapai 53,5 juta ton. Angka ini jauh lebih rendah dibanding volume ekspor pada periode yang sama tahun lalu yang mencapai 69,04 juta ton. Tetapi dari sisi nilai, angkanya lebih tinggi.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Rusman Heriawan mengatakan dilihat secara volume, penurunan ekspor batubara ini mencapai 22 persen. Namun meski volumenya turun, karena harga batubara yang baik, nilai ekspor batubara naik cukup signifikan.
Data BPS mencatat periode Januari-April 2009 nilai ekspor batubara Indonesia bisa mencapai US$ 3,44 miliar atau lebih tinggi 22,31 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang hanya US$ 2,83 miliar. "Melihat tingginya nilai ekspornya, berarti harga batubara dalam empat bulan terakhir sedang bagus," kata Rusman di kantornya, Senin 1 Juni 2009.
Untuk April saja, kata dia, ekspor bahan bakar mineral jumlahnya mencapai 18,8 juta ton meningkat 22,3 persen dibanding Maret yang hanya 15,4 juta ton. "Nilainya untuk US$1,20 miliar untuk April dan Maret US$ 964,6 juta atau naik 24,7 persen," kata dia.
BPS mencatat nilai ekspor Indonesia April 2009 mencapai US$8,46 miliar atau turun 1,81 persen dibanding ekspor Maret 2009. Penurunan juga sebesar 22,55 persen jika dibandingkan April 2008. Ekspor non migas April 2009 besarnya mencapai US$7,21 miliar atau turun 1,74 persen dibanding Maret 2009 dan turun 14,63 persen dibanding ekspor April 2008.
Sdangkan kumulatif nilai ekspor Indonesia Januari-April 2009 mencapai US$ 31,49 miliar atau menurun 29,31 persen dibanding periode yang sama tahun 2008, sementara ekspor non migas mencapai US$ 26,90 miliar atau menurun 22,68 persen dibanding periode yang sama.