Bisnis
Restrukturisasi Infrastruktur Pelabuhan

Hadapi Pesaing, JITC dan Koja Harus Disatukan

Momen perlambatan kinerja ekspor bisa dimanfaatkan untuk membenahi infrastruktur.

Rabu, 27 Mei 2009, 14:07 WIB
Heri Susanto, Elly Setyo Rini
Ilustrasi Peti Kemas Ekspor Impor Pelabuhan (eolaspecialtyfoods.com)

VIVAnews - Jakarta International Container Terminal (JICT) perlu terintegrasi dengan Koja agar Pelabuhan Tanjung Priok menjadi pusat pelabuhan atau hub port internasional.

"Kalau ingin meningkatkan ekspor dan menjadi negara yang masuk kancah perdagangan global, harus punya hub port," kata Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu saat meresmikan ekspansi tahap kedua JICT di pelabuhan Tanjung Priok Jakarta, Rabu, 27 Mei 2009.

Mari menjelaskan momen perlambatan kinerja ekspor bisa dimanfaatkan untuk membenahi infrastruktur dan peraturan di pelabuhan. "Termasuk pengembangan national single window dimana harus ada aliran dokumen dan aliran barang," katanya.

Presiden Direktur Pelindo II Richard J. Lino mengatakan Tanjung priok telah menjadi hub port meski masih dalam skala kecil. "Lalu lintas kami  30 hingga 40 persen sudah bisa langsung ke China, Jepang, dan negara Mediterania," katanya.

Sedangkan untuk hub port ke Eropa dan Amerika, menurutnya, memerlukan pembenahan lebih dalam hal integrasi alat-alat modern dan pengumpulan pelabuhan-pelabuhan kecil menjadi pelabuhan besar.

Hal serupa dikatakan Group Managing Director HPH John Meredith. "Priok sudah menjadi hub port tapi kecil, sama dengan Singapura, untuk bisa mengirim langsung ke Eropa dan Amerika, maka JITC harus integral dengan Koja," ujarnya.

Apalagi, kompetisi bukan di dalam negeri tapi dengan negara lain, seperti Singapura sehingga integrasi pelabuhan semakin menjadi penting.

• VIVAnews
Rating
Komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atau 
  
webtorial