Bisnis

SBY: Jangan Jual Angin Surga di Saat Krisis

SBY menilai, 8 sampai 9 persen sulit dicapai dalam suasana krisis global seperti ini.

Minggu, 24 Mei 2009, 16:26 WIB
Ismoko Widjaya, Wima Saraswati
  (FOTO ANTARA/Ali Anwar)

VIVAnews – Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) berharap industri kerajinan harus tetap berkembang dan saat ini menunjukkan ke arah yang positif. Bahkan, ekonomi kreatif selalu mengalami peningkatan dari tahun ke tahun.

Kalau suasana dan keamanan mendukung maka industri kerajinan Bali terus berkembang. Ini diungkapkan SBY usai berbelanja di Pasar Seni Sukowati, Gianyar, Bali, dengan membeli berbagai kerajinan, Minggu, 24 Mei 2009.

Bahkan menurut SBY, kualitas kerajinan justru makin bagus dan tak kalah dengan produk dari manapun juga. "Saya dari kemarin berkunjung ke tempat seperti Tampaksiring, Kintamani. Wisatawan mulai meningkat lagi dan harus dipertahankan agar ekonomi terus bergerak," kata SBY.

Kalau semua perekonomian bergerak maka pendapatan juga naik. Dan hal ini dapat mengurangi tingkat kemiskinan dan membuka lapangan pekerjaan. SBY berharap agar gubernur, Bupati, dan Walikota terus mendorong kegiatan perekonomian sehingga dapat meningkatkan pendapatan masyarakat orang per orang.

SBY menilai, 8 sampai 9 persen sulit dicapai dalam suasana krisis global seperti ini. "Jangan memberikan angin surga di tengah ekonomi yang masih sulit ini. Kita harus realistis dengan kondisi yang ada," ujar SBY.

Dunia masih mengalami krisis dan di negara manapun saat ini mengalami perkembangan negatif. Sementara Indonesia mencapai ke arah yang positif, bahkan termasuk dalam tiga besar dunia setelah Cina dan India.

Di tengah krisis seperti ini, tidak mudah untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi mencapai lima persen. Tapi dalam 4,5 tahun terakhir ini, Indonesia sudah masuk 6 persen dan jika tak terjadi krisis global maka tahun ini seharusnya bisa mencapai 7 persen.

"Karena krisis ini kita akan tata lagi dan jika saya terpilih lagi maka saya yakin di akhir 2014 nanti angka 7 persen itu akan tercapai," jelas SBY.

Dengan catatan kalau yang dikejar bukan pertumbuhan saja. Karena kalau hal itu dilakukan maka kemiskinan tidak akan berkurang, banyak pengangguran, dan rakyat kecil akan semakin terlupakan. Keuntungan akan lebih dirasakan kelompok menengah ke atas.

"Pembangunan tidak boleh hanya mengejar pertumbuhan saja. Harus ada keseimbangan pemerataan dan pertumbuhan sehingga rakyat kecil mendapat keuntungan dari ekonomi," ujar SBY.

Laporan : Wima Saraswati l Bali

• VIVAnews
Rating
Komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atau 
  
webtorial