VIVAnews - Pada perdagangan akhir pekan ini, Jumat 22 Mei 2009, indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup melemah 0,21 persen ke level 1.881,7.
Meski demikian, sepanjang pekan ini, IHSG masih mencatat kenaikan 7,47 persen dari pembukaan di level 1.750,91.
"Melemahnya bursa regional menyusul memburuknya beberapa data perekonomian yang di luar perkiraan menyebabkan investor melakukan aksi ambil untung di akhir pekan," kata analis PT Panin Sekuritas Purwoko Sartono, dalam ulasan akhir pekan yang diterima VIVAnews di Jakarta.
Saham-saham blue chips yang mendorong kenaikan indeks pada awal pekan ini seperti PT Astra International Tbk (ASII), PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS), PT Bumi Resources Tbk (BUMI), dan PT United Tractors Tbk (UNTR) ditutup melemah pada perdagangan akhir pekan ini.
"Investor menilai beberapa saham unggulan yang merupakan index mover sudah mulai memasuki area jenuh beli," ujarnya.
Rekomendasi
Tekanan jual terhadap saham-saham unggulan itu diperkirakan masih akan terjadi awal pekan depan. "Saham perbankan dan telekomunikasi kami perkirakan masih rentan tekanan jual," ujar dia.
Bahkan, dia melanjutkan, beberapa saham perbankan sudah kembali ke level sebelum krisis.
Meski demikian, seiring dengan menguatnya harga minyak dunia yang menembus US$ 60 per barel, saham pertambangan dan perkebunan akan cukup menarik untuk diperdagangkan dalam jangka pendek.
Selain saham berbasis komoditas, beberapa saham lapis kedua (second liner), seperti di sektor properti juga cukup menarik untuk diakumulasi.
"Kisaran support-resistance indeks pekan depan 1.770-1.920," katanya.