VIVAnews - Kandidat presiden Susilo Bambang Yudhoyono menilai, Indonesia harus tahu diri jika tidak siap masuk dalam percaturan perdagangan bebas.
"Manakala tidak siap, kita harus tahu diri," kata dia saat Dialog Capres dengan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, di Djakarta Theatre, Jakarta, Rabu 20 Mei 2009.
Menurut dia, ini bukan sikap diskriminatif, tapi Yudhoyono ingin ada kesiapan saat Indonesia masuk ke perdagangan bebas. Dia mencontohkan, masuknya Indonesia ke forum APEC juga membutuhkan persiapan tertentu. "APEC saja ada tahapannya kita masuk ke sana," kata dia.
Tak berbeda dengan Jusuf Kalla, Yudhoyono juga menilai, Indonesia harus bisa masuk perdagangan bebas agar perdagangan bisa sehat. "Memang harus satu kesatuan, karena dalam perdagangan bebas, yang lemah akan kalah dengan yang kuat," katanya.
Yudhoyono menginginkan Indonesia berada dalam posisi seimbang ketika berhadapan dengan, misalnya Organisasi Perdagangan Dunia atau pihak-pihak yang membangun perdagangan bebas. Menurut dia, tidak akan menguntungkan bagi Indonesia jika belum ada ketidakseimbangan aturan main antara negara-negara yang ada di dalamnya.