Bisnis

Soal Monorel, Hatta Bela Boediono

Menurut Hatta, Boediono tidak pernah menolak proyek itu. Pun proyek 10.000 MW.

Selasa, 19 Mei 2009, 12:16 WIB
Umi Kalsum, Muhammad Hasits
Gubernur BI Boediono (Andika Wahyu)

VIVAnews - Calon presiden yang diusung Partai Golkar dan Hanura, Jusuf Kalla, mengkritik Boediono soal penolakannya menyetujui proyek monorel dan listrik 10.000 MW. Namun Mensesneg Hatta Rajasa menilai keputusan Boediono sudah tepat.

Hatta yang ditunjuk menjadi ketua tim sukses SBY-Boediono di Istana Presiden, Selasa 19 Mei 2009, mengatakan ia tidak pernah melihat dan mendengar Boediono saat masih menjabat Menko Perekonomian menolak kedua proyek tersebut.

"Pak Boediono waktu itu hanya sangat tidak setuju harus melanggar aturan. saya ingat betul, dan waktu itu Pak Boediono bertanya pada saya, bahwa dalam UU Perkeretaapian waktu itu, termasuk monorel hanya boleh dibangun khusus oleh PT Kereta Api," bela Hatta.

Kalau waktu itu dipaksakan, kata dia, tentunya akan berbenturan dengan undang-undang. "Harus dibedakan antara sesuai aturan atau tidaknya. Saya masih ingat betul itu. Tidak ada yang salah (menolak)," kata dia.

Dalam proyek monorel itu, pemda DKI Jakarta meminta pemerintah pusat memberikan jaminan senilai Rp 5,85 triliun. Namun menurut Boediono sesuai kajian Komite Kebijakan Percepatan Penyediaan Infrastruktur, jaminan pemerintah sulit keluar karena proyek ini menabrak sejumlah aturan. Dari 14 kriteria yang ditentukan, hanya separuh yang terpenuhi. Begitu pula dengan proyek listrik 10.000 MW.

Saat dialog dalam Temu Calon Presiden dan Kadin, Senin kemarin, Kalla menyerang Boediono. Saat itu Kalla berulang kali mengatakan berseberangan dengan Boediono tentang sejumlah hal, terutama proyek monorel dan pembangkit listrik. Perbedaan ini sempat membuat Boediono ingin mundur dari kabinet.

• VIVAnews
Rating
Komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atau 
  
webtorial