VIVAnews - Tiga pasangan tokoh pemimpin tengah disorot pengusaha. Siapa lagi kalau bukan Jusuf Kalla-Wiranto, Susilo Bambang Yudhoyono-Boediono, dan Megawati-Prabowo Subianto.
Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Sofjan Wanandi menilai sosok Jusuf Kalla telah lama akrab dengan kalangan pengusaha.
"Sebenarnya banyak kebijakan pemerintah seperti undang-undang pajak, minta tolong ke Pak Kalla untuk mengegolkan, mengingat pansus dari Golkar," kata Sofjan usai Dialog "Presiden Pilihan" di Djakarta Theatre, Jalan MH Thamrin, Jakarta, Senin 18 Mei 2009.
Demikian juga dengan kasus rumah susun sederhana milik yang sempat tertahan, akhirnya bisa berjalan kembali dengan rapat yang dipimpin Kalla. "Sebenarnya dia (Kalla) efektif sekali untuk pengusaha, mau bantu tanpa protokol," katanya.
Meski demikian, Sofjan meragukan jika semua pengusaha akan condong ke Kalla. "Kepentingannya lain-lain, terserah ke pengusaha," ujarnya.
Secara pribadi, Sofjan mendukung majunya Kalla menjadi presiden. "Dalam hati kecil kita pasti bilang, inilah sekalinya pengusaha jadi presiden," katanya.
Menanggapi pasangan SBY-Boediono, Sofjan menilai kebijakannya tidak akan banyak berubah seperti yang sudah berjalan. Meski demikian, dia mengkritik dipilihnya Boediono menjadi calon wakil presiden. "Boed orang baik, teknokrat yang handal, tapi dalam implementasinya tidak punya keberanian pada konteks menangani konflik. Kalau untuk membuat konsep, okelah dia," ujarnya.
Konflik yang dimaksud Sofjan, bisa jadi antar menteri atau antar kepentingan yang lain. "Kami butuh orang yang berani, untuk implementasi kebijakan, pengusaha agak meragukan Boediono," katanya.
Untuk pasangan Megawati dan Prabowo, Sofjan mengaku belum paham betul bagaimana platform ekonomi kerakyatan yang diusung mereka. "Rabu nanti (20/5) ingin mendengar konsep ekonomi kerakyatan yang katanya pro wong cilik itu. Karena untuk menjalankan konsep ekonomi itu juga butuh anggaran besar," ujarnya.