Boros Biaya Logistik, Bea Cukai Terapkan CATS

Penerapan CATS diharapkan bisa menekan biaya logistik sampai 5 persen.

Senin, 18 Mei 2009, 11:04 WIB
Umi Kalsum, Agus Dwi Darmawan
Tumpukan peti kemas ekspor di Tanjung Priok (Fanny Octavianus)

VIVAnews - Direktorat Jenderal Bea dan Cukai akan menerapkan Customer Advance Trade System (CATS) pada Desember 2009. Implementasi CATS memungkinkan efisiensi biaya logistik yang tidak perlu.

Deputi Menko Perekonomian Bidang Perindustrian dan Perdagangan Edy Putra Irawadi mengatakan tanpa CATS, banyak biaya terbuang dalam fasilitas perdagangan ekspor di Indonesia. Ia mencontohkan pada biaya logistik misalnya lebih tinggi 14,18 persen dari biaya produksi.

"Kita harap dengan CATS bisa menekan sampai 5 persen biaya ini," kata Edy dalam Workshop CATS di Ditjen Bea dan Cukai Rawamangun, Senin 18 Mei 2009. CATS menjadi tuntutan karena pada 2015 nanti seluruh  Asean akan menjadi one single market. Artinya pengiriman barang ke seluruh negara-negara di Asean bisa disamakan dengan mengirim barang ke Bandung.

"Jadi bagaimana cara kita supaya barang kita bisa kompetitif," Kata Direktur Informasi Kepabenanan dan Cukai Heri Kristiono. Menurutnya, efisiensi biaya logistik menjadi salah satu daya tarik investor masuk ke Indonesia.

Sebab menurut Heri, kawasan Asia Tenggara pada lima tahun ke depan akan menerapkan sistem one single production base. Artinya, pada negara-negara tertentu, berdasarkan daya tawarnya maka investor akan masuk dan menjadikan suatu daerah tersebut sebagai kawasan industri produk tertentu. "Sehingga kalau logistik kita murah dan bagus, maka investasi langsung dari luar akan masuk ke Indonesia," katanya.

CATS adalah suatu teknologi pelengkap sistem satu pintu (NSW /national single window) dengan basis lebih luas. CATS penerapannya melibatkan pemerintah dan private sector. Dengan sistem CATS nantinya pelaksanaan di tempat produksi, pendistribusian, transportasi dan kepabeananan bisa terlaksana terpadu. "Jadi suatu kontainer yang masuk ke pelabuhan tinggal diangkut tanpa harus lagi melakukan banyak administrasi," ujar Heri.



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ