Ulasan Pasar Sepekan

Tekanan Jual Marak, IHSG Masuk Zona Negatif

Bursa regional yang menguat dan pertumbuhan PDB 4,4% tidak mampu mengangkat IHSG.

Sabtu, 16 Mei 2009, 07:14 WIB
Arinto Tri Wibowo
  (AP Photo/Achmad Ibrahim)

VIVAnews - Tekanan jual pada saham grup Bakrie serta memanasnya suhu politik di Tanah Air menjelang pendaftaran calon presiden dan wakil presiden memicu indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) anjlok 1,91 persen ke level 1.750,91 pada transaksi Jumat 15 Mei 2009.

Bursa regional yang menguat serta pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) sebesar 4,4 persen di atas perkiraan ekonom, tidak mampu menyelamatkan indeks dari zona negatif.

Sepanjang pekan ini, IHSG bergerak melemah 5,99 persen dari pembukaan 1.862,53 hingga penutupan Jumat 15 Mei 2009 di posisi 1.750,91.

"Pemodal melakukan aksi profit taking (ambil untung) setelah indeks menguat dua pekan berturut-turut," kata analis PT Panin Sekuritas Purwoko Sartono dalam ulasan pasar yang diterima VIVAnews di Jakarta, Jumat 15 Mei 2009.

Dari eksternal, dia melanjutkan, meningkatnya initial jobless claim atau jumlah klaim baru untuk mendapatkan tunjangan pengangguran dan melemahnya penjualan ritel juga menyebabkan pergerakan pasar saham global cenderung melemah pekan ini.

Rekomendasi
Meski pekan ini indeks bergerak melemah, IHSG masih dalam tren menguat (uptrend) yang dimulai sejak awal Maret 2009. "Penurunan indeks akibat profit taking ini masih cukup wajar,"  ujarnya.

Dibanding bursa regional Asia lainnya, IHSG bergerak naik lebih cepat dalam rally bullish selama 1,5 bulan terakhir. Rally naik ini lebih didorong oleh antusiasme beli dari pemodal ritel lokal yang melihat kembali masuknya dana asing.

Kondisi itu mengindikasikan mulai pulihnya perekonomian global. "Pekan depan indeks kami perkirakan bergerak mixed/flat dengan investor akan melihat perkembangan politik menjelang pilpres serta makroekonomi global," katanya.

Kisaran support-resistance IHSG pekan depan 1.692-1.820.



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ