VIVAnews - Komisi Energi dan Lingkungan Hidup Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) akan membentuk tim guna menyelidiki keterlambatan produksi pertama minyak di Blok Cepu yang ditargetkan mencapai 20 ribu barel perhari (bph).
Menurut Ketua Komisi Energi DPR Airlangga Hartarto, tim tersebut nantinya akan mencari penyebab pasti keterlambatan produksi Cepu dan sekaligus memverifikasi langsung ke lapangan.
"Keterlambatan produksi ini telah mempengaruhi pendapatan negara," ujar dia dalam kesimpulan Rapat Dengar Pendapat Komisi Energi dan Lingkungan Hidup DPR dengan BPH Migas di Gedung DPR/ MPR RI Jakarta, Kamis, 14 Mei 2009.
Airlangga menuturkan, tim tersebut akan beranggotakan separuh dari anggota komisi yang saat ini berjumlah 52 orang. "Ketuanya, akan diambil dari salah satu unsur pimpinan Komisi Energi," kata dia.