Bisnis

Struktur Industri Alami Evolusi

Industri transportasi saat 2004 kontribusinya hanya 20% terhadap PDB, sekarang jadi 29%.

Rabu, 13 Mei 2009, 08:07 WIB
Hadi Suprapto, Elly Setyo Rini
Sejumlah buruh merakit mobil di pabrik PT Honda Prospect Motor, Karawang. (ANTARA/Ujang Zaelani)

VIVAnews - Pemerintah menyatakan, struktur industri mengalami evolusi dalam lima tahun ini. 

"Pada 2004, kontribusi sektor makanan minuman ke produk domestik bruto bisa mencapai 28 - 30 persen, tapi kemudian ada perubahan, sekarang tinggal 22 persen," kata Sekretaris Jenderal Departemen Perindustrian Agus Tjahayana di Pekan Raya Jakarta, Kemayoran, Selasa kemarin, 12 Mei 2009.
 
Sebaliknya, dia menambahkan, industri transportasi termasuk di dalamnya mesin dan peralatan saat 2004 kontribusinya hanya 19 - 20 persen, sekarang telah meningkat menjadi 28 - 29 persen. 
 
"Artinya, terjadi penguatan struktur. Bukan berarti makanan dan minuman mengecil, justru tetap tumbuh, tapi ada sektor lain yang peningkatannya lebih pesat," ujarnya. 
 
Bukti pertumbuhan di sektor transportasi terlihat dari berhasilnya industri otomotif memproduksi hingga 6 juta per tahun dan keberhasilan mengekspor mobil sebesar 100 ribu per tahun. 
 
Agus menjelaskan, sebelum krisis, hampir semua sektor industri mengalami pertumbuhan. Secara total, setiap tahun pertumbuhan industri bertambah satu persen. "Namun, karena krisis, saya perkirakan hanya nol koma sekian saja pertambahannya," kata dia.

Meski demikian, ada juga sektor industri yang semakin mengalami kesulitan dibandingkan lima tahun yang lalu. "Misalnya, industri kayu kesulitan bahan baku sehingga produksinya terus menurun," kata Agus. 

Padahal sebelum krisis 1998, Indonesia pernah menjadi penghasil plywood terbesar di dunia. 
 
Pada 2008, kontribusi ekspor produk manufaktur terhadap PDB mencapai 28 persen. Angka itu menurut Agus mengalami peningkatan yang signifikan dibandingkan dengan lima tahun lalu. 

"Kemampuan industri untuk ekspor sudah luar biasa dibandingkan migas yang mencapai 60 persen," katanya. Peningkatan kontribusi industri tersebut mendapat sumbangan yang cepat dari sektor telekomunikasi.

• VIVAnews
Rating
Komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atau 
  
webtorial