VIVAnews - Wakil Presiden Jusuf Kalla meminta Departemen Perindustrian (Depprin) mengumpulkan semua industri yang masih impor untuk kebutuhan dasarnya. Selanjutnya, industri tersebut diminta mengurangi impor untuk komponen dan kebutuhan dasarnya.
"Saya minta Depperin (melakukan itu) mulai minggu depan. Hingga tidak ada lagi impor terhadap barang yang bisa dibuat di dalam negeri," ujarnya saat temu wicara dengan Masyarakat Peduli Sesama di Kawasan Industri Jababeka, Cikarang, Sabtu, 9 Mei 2009.
Kalla menambahkan, industri dalam negeri juga harus memiliki keyakinan untuk dapat memproduksi barang, sehingga dapat mengurangi impor. "Yakinlah kalau kita bisa mulai untuk memproduksi itu. Juga untuk menggunakan tenaga ahli dari dalam negeri," kata dia.
Sedangkan pemerintah, kata Kalla, akan terus meningkatkan pertumbuhan industri yang memiliki banyak dampak ke masyarakat. "Multiply effect yang positif ke masyarakat," tutur Kalla.
Contoh industri yang dijelaskan Kalla adalah industri gas. Selain dapat meningkatkan lapangan kerja, kata dia, industri gas juga menghasilkan keuntungan bagi negara. Sebab, gas menggantikan minyak tanah yang merupakan bahan bakar termahal, dan negara dapat melakukan penghematan.
"Kita dapat menghemat Rp 40 triliun. Sedangkan seluruh biaya yang dikeluarkan pemerintah untuk mulai konversi ke gas hanya Rp 15 - 20 triliun," ujarnya.
Sebelum melakukan temu wicara, Kalla juga meninjau tiga lokasi industri di Kawasan Industri tersebut. Dua di antaranya, merupakan tinjauan mendadak.