VIVAnews - Wakil Presiden Jusuf Kalla ternyata masih bisa memisahkan perannya sebagai calon presiden dan pejabat negara.
Dalam sebuah seminar tentang industri, Kalla membuat prinsip industri dalam negeri harus lebih baik, lebih cepat, lebih murah. Sengaja membalik kata agar tidak sama dengan slogan politiknya, lebih cepat, lebih baik.
"Supaya tidak politis," kata Kalla dalam pidato sambutan di seminar Kebangkitan Produk Industri Dalam Negeri di Balai Kartini, Jakarta, Selasa 5 Mei 2009.
Ketiga prinsip itu, Kalla mengatakan, harus dilakukan produsen untuk meningkatkan industri dalam negeri. Produk industri harus dibuat lebih baik, dengan memperhatikan kualitas, juga kemasan. Selain itu industri dalam negeri harus bertindak lebih cepat untuk mengisi kebutuhan pasar dalam dan luar negeri.
Sedangkan, industri dalam negeri harus dibuat lebih murah agar mampu dijangkau konsumen. Sehingga industri dalam negeri tetap laku di pasaran. "Namun dengan tetap memperhatikan kualitas," kata Kalla.
Selain itu, Kalla juga mengatakan kalau ekonomi Indonesia harus mandiri dan tidak tergantung pada pasar. "Terutama pasar siluman," kata dia. Karena itu ketika badai krisis ekonomi melanda dunia, Indonesia tidak terpengaruh karena sektor pasar modal hanya 23 persen.
Krisis, bagi Kalla, justru membuka peluang Indonesia untuk meningkatkan pasar di sektor real. Kegiatan pasar dan industri harus tetap berjalan walau sektor finansial bermasalah. "Indeks saham boleh turun, tapi kegiatan di Pasar Senen, Pasar Tanah Abang harus tetap jalan," kata Kalla.