Bisnis

Impor Turun, Industri Tetap Tumbuh

Departemen Perindustrian menargetkan terjadi pertumbuhan industri sebesar 2,5% - 3,6%

Senin, 4 Mei 2009, 16:15 WIB
Hadi Suprapto, Elly Setyo Rini
  (Adri Prastowo)

VIVAnews - Penurunan impor Maret 2009 seperti yang dilansir Badan Pusat Statistik (BPS) menurut Menteri Perindustrian Fahmi Idris menunjukkan adanya dua indikasi. Pertama, penurunan impor mengindikasikan terjadinya penurunan kinerja industri. Kedua, ada indikasi pengalihan penggunaan bahan baku dalam negeri.

"Meski demikian, penurunan impor tidak akan mempengaruhi proyeksi pertumbuhan industri tahun ini," kata Fahmi di kantornya, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Senin 4 Mei 2009.

Departemen Perindustrian menargetkan terjadi pertumbuhan sebesar 2,5 - 3,6 persen pada tahun ini, setelah dua kali direvisi.

Sebelumnya, BPS melansir impor bahan baku penolong triwulan pertama 2009 melorot hingga 42,25 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu menjadi US$ 13,4 miliar dari US$ 23,3 miliar. Sedangkan, impor barang modal turun sebanyak 3,29 persen dari US$ 4,41 miliar menjadi US$ 4,26 miliar.

Meski demikian, Departemen Perdagangan melansir terjadi peningkatan impor Maret 2009 sebesar 9,9 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Peningkatan sebesar 9,9 persen menyebabkan surplus perdagangan mencapai US$ 2 miliar atau lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya yang sebesar US$ 1,1 miliar.

"Peningkatan terjadi pada impor bahan industri seperti mesin dan peralatan listrik, barang dari besi dan baja, dan barang kimia organik," kata Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu dalam jumpa pers di kantornya, akhir pekan lalu.

Menurut Mari, peningkatan itu menunjukkan importansi masih berlanjut dan masih terjadi peningkatan produksi. "Ini sudah hit bottom, minimal penurunannya sudah berhenti dan diharapkan selanjutnya akan berada di posisi yang sama atau bahkan meningkat," ujarnya. 

Proyeksi kinerja ekspor dan impor selanjutnya, menurut Mari, akan mulai membaik. "Akan ada naik turun, minimal tidak turun terus," ujarnya.

• VIVAnews
Rating
Komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atau 
  
webtorial