Pemerintah Belum Ingin Ekspor Pupuk

Pemerintah akan mengembangkan pupuk organik agar lebih banyak digunakan di dalam negeri.

Jum'at, 1 Mei 2009, 09:40 WIB
Hadi Suprapto, Elly Setyo Rini
pupuk organik (wordpress.com)

VIVAnews - Pemerintah belum berhasrat melakukan ekspor pupuk menyusul keputusan untuk tidak melakukan impor. 

"Masih belum berhasrat ekspor, kecuali persediaan melewati stok menganggur seperti gula," kata Menteri Perindustrian Fahmi Idris dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi Perdagangan dan Perindustrian DPR, Kamis kemarin, 30 April 2009.

Menurut dia, ditutupnya kran impor pupuk dilakukan karena kecukupan produksi dalam negeri memenuhi kebutuhan. "Hal ini disebabkan suplai gas cukup lancar," ujarnya.

Fahmi menjelaskan, ekspor gas ke negara-negara tujuan mengalami penurunan sehingga gas untuk ekspor dialihkan ke produksi dalam negeri. "Industri saat ini tidak kesulitan memenuhi kebutuhan urea tahun ini," ujarnya.

Justru yang saat ini menjadi masalah yakni produksi pupuk non organik akibat ketergantungan impor bahan baku yang masih tinggi. Menurut Fahmi, rupiah yang terus melemah menyebabkan harga bahan baku pupuk nonorganik, terutama fosfat, meningkat.

"Solusinya, sumber-sumber bahan baku tidak hanya diimpor dari satu titik. Yordania, Mesir, dan Rusia, dibuka semua untuk mendapatkan pasokan bahan baku yang mencukupi," ujarnya.

Sebaliknya, pemerintah akan mengembangkan pupuk organik agar lebih banyak digunakan di dalam negeri. Misalnya, menentukan berbagai jenis makanan dan minuman harus diproduksi tanpa pupuk nonorganik.



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ