VIVAnews - Pemerintah memperkirakan stimulus bea masuk ditanggung pemerintah akan berlaku efektif awal Mei 2009.
"Saat ini sedang menunggu Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran dulu," kata Direktur Jenderal Industri Logam Mesin Tekstil dan Aneka Departemen Perindustrian Anshari Bukhari di kantornya, Jalan Gatot Subroto Jakarta, Senin, 27 April 2009.
Hingga saat ini, Anshari mengaku belum ada proposal yang masuk di Direktorat Jenderalnya. "Produsen diminta mengajukan rencana impor, jumlah impor, dan seberapa besar bea masuk yang diminta untuk dibayar pemerintah," katanya.
Di bawah Direktorat Jenderal yang dipimpinnya, Anshari akan mengalokasikan stimulus bea masuk ditanggung pemerintah kepada sektor produksi pulpen, alat berat, dan pembangkit listrik tenaga uap. Pemerintah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 2,5 triliun untuk fasilitas bea masuk kepada sebelas sektor industri. "Untuk komponen pembangkit, termasuk yang kontraktor dan pabrikannya," ujar dia.
Sedangkan usulan pajak pertambahan nilai ditanggung pemerintah, seperti dalam baja, belum direncanakan untuk diusulkan kembali kepada Departemen Keuangan. "Sekarang sedang sibuk untuk politik, jadi belum akan diusulkan kembali," katanya.