Ulasan Pasar Sepekan

Tensi Politik Memanas, Investor Ambil Untung

Pelaku pasar menilai koalisi Partai Golkar dan Partai Demokrat paling ideal.

Sabtu, 25 April 2009, 06:29 WIB
Arinto Tri Wibowo
  (AP Photo/Achmad Ibrahim)

VIVAnews - Sepanjang pekan ini, indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) melemah 2,66 persen menjadi 1.591,34. Aksi ambil untung (profit taking) menerpa indeks menyusul sentimen dari kondisi politik dalam negeri.

Dua partai yang menguasai pemerintahan saat ini memutuskan untuk tidak berkoalisi pada pemerintahan mendatang. "Pasar menilai, meningkatnya tensi politik berpotensi menganggu stabilitas nasional," kata analis PT Panin Sekuritas, Purwoko Sartono, dalam ulasan pasar yang diterima VIVAnews di Jakarta, Sabtu 25 April 2009.

Menurut dia, banyak pelaku pasar yang menilai koalisi Partai Golkar dan Partai Demokrat merupakan komposisi paling ideal pada pemerintahan mendatang.

"Sementara itu, nilai tukar rupiah juga cenderung melemah pekan ini," ujar dia.

Tekanan jual terlihat melanda saham-saham grup Bakrie yang sepekan sebelumnya menikmati kenaikan signifikan.

Dari eksternal, bursa regional juga masih menanti hasil stress test terhadap sektor perbankan di Amerika Serikat (AS). "Indeks Dow Jones relatif stabil di kisaran 7.900-8.000," tuturnya

Rekomendasi
Pekan depan, pergerakan IHSG diperkirakan masih dipengaruhi beberapa faktor, di antaranya angka inflasi bulanan dan sidang Komite Pasar Terbuka Bank Sentral AS (FOMC) pada 30 April 2009.

Selain itu, laporan kinerja kuartal I-2009 akan menjadi fokus perhatian investor. "Secara teknikal, dari weekly chart terlihat IHSG ditutup di atas upper bollinger band," ujarnya.

Volume yang lebih rendah juga mengindikasikan investor melakukan pola wait and see terhadap perkembangan politik dan ekonomi makro lebih lanjut.

Arah IHSG menunjukkan tren menguat (bullish) yang dimulai sejak awal Maret. "Kisaran support-resistance 1.560-1.648," ujarnya.



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ