Ekspor-Impor Anjlok

Penerimaan Bea Cukai Bakal Meleset

Pada triwulan I 2009, realisasinya naik tipis. Namun tahun ini diduga penerimaan meleset.

Senin, 13 April 2009, 12:53 WIB
Umi Kalsum, Agus Dwi Darmawan
Dirjen Bea Cukai Anwar Supriyadi & Menkeu Sri Mulyani (Andika Wahyu)

VIVAnews - Penerima Cukai kuartal pertama 2009 sudah tercapai 25 persen atau Rp 14,8 triliun dari target Rp 54 triliun. Sementara untuk bea masuk penerimaan sudah hampir 27 persen atau sekitar Rp 4,27 triliun dari  target Rp 14 triliun.

Direktur Jenderal Bea dan Cukai Anwar Suprijadi mengatakan, realisasi bea masuk dan cukai lebih tinggi satu persen dari target Ditjen Bea dan Cukai sebesar 24 persen pada kuartal pertama 2009. Realisasi penerimaan per 31 Maret, bea masuk Rp 4,27 triliun dari target Rp 14 triliun, cukai Rp 14,80 triliun dari target Rp 54 triliun dan bea keluar baru  Rp 26,22 miliar dari target Rp 2,5 triliun.

Dia mengatakan, besarnya penerimaan cukai ini karena ada usaha peningkatan internal di tubuh Ditjen Bea dan Cukai untuk memperketat pemeriksaan. "Kami dalam penetapan pabean mengusahakan agar dilakukan dengan benar," kata Anwar di Departemen Keuangan, Senin 13 April 2009.

Anwar mengatakan, Ditjen Bea dan Cukai untuk menggenjot penerimaan ini pihaknya akan melakukan pengetatan lalu lintas barang. Pasalnya saat ini kegiatan ekspor dan impor telah menurun akibat imbas krisis global. Sehingga penerimaan dari bea masuk, cukai dan bea keluar, diprediksi turun pada tahun ini.

"Kita dalam penetapan nilai pabean dilakukan tepat sesuai nilai transaksi juga law enforcement. Sementara untuk yang penyelundupkan, kita proses sesuai UU kepabeanan," katanya.

Karena ketatnya pelaksanaan Bea dan cukai sekarang ini menurut Anwar, banyak pabrik rokok ilegal yang mulai ditutup. Namun berapa jumlahnya, Anwar belum bisa mengatakannya.



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ