VIVAnews - Departemen Perindustrian telah membuka program restrukturisasi mesin industri tekstil dan produk tekstil (TPT) tahun ini. Dengan program tersebut, pemerintah optimis akan tercipta kesempatan kerja bagi 22 ribu tenaga kerja baru.
Anggaran yang dikeluarkan untuk tahun ini dialokasikan sebesar Rp 240 miliar yang terbagi atas skim I sebesar Rp 213 miliar dan skim II sebesar Rp 27 miliar.
"Tahun ini ditargetkan 180 hingga 200 perusahaan akan memanfaatkan program ini dengan investasi senilai Rp 2,4 triliun," kata Direktur Jenderal Industri Logam Mesin Tekstil dan Aneka Depperin Anshari Bukhari dalam jumpa pers terkait program ini di kantor Gatot Subroto Jakarta, Selasa, 31 Maret 2009.
Pada 2007, data Depperin mencatat program tersebut telah menyerap 14.398 tenaga kerja baru dengan 92 perusahaan TPT yang berpartisipasi. "Tahun 2008, masih belum disurvei berapa penambahan tenaga kerja baru," ujarnya.
Anshari menurutkan, perusahaan diperbolehkan memperoleh sumber dana dari kredit perbankan, kredit suplier atau produsen mesin, lembaga keuangan bukan bank, dana internal, maupun lembaga pelaksana program (LPP).
"LPP untuk program restrukturisasi skim II tahun ini akan bekerja sama dengan Bank Syariah Mandiri untuk periode pembayaran selama 5 tahun," katanya.
Sementara itu, LPP pada program restrukturisasi periode 2007-2008 dipegang oleh Permodalan Nasional Madani Venture Capital dengan periode pembayaran selama enam tahun.
Pendaftaran program ini telah dibuka mulai hari ini, 31 Maret 2009, dan akan ditutup pada 30 Juni 2010.
Menurut Direktur Tekstil Direktorat Jenderal Industri Logam Mesin Tekstil dan Aneka Depperin Arryanto Sagala, kalau sampai 30 Juni ternyata peminatnya kurang karena kelesuan ekonomi maka bisa diperpanjang. "Tapi kalau ternyata sebelum waktu yang ditentukan sudah terserap semua maka akan langsung ditutup," ujarnya.
Selain itu, Arryanto menambahkan, sosialisasi program ini akan diumumkan di media massa di kota-kota sentra industri TPT, semisal DKI Jakarta, Banten, Bandung, dan Jawa Tengah.