Baru 10% Pengembang Serius Garap Green Living

Padahal saat ini ada 100 perusahaan pengembang di Indonesia.

Senin, 23 Maret 2009, 09:21 WIB
Umi Kalsum, Syahid Latif
  (VIVAnews/Nurcholis Anhari Lubis)

VIVAnews - Konsumen properti harus cermat membeli rumah yang menawarkan konsep perumahaan hijau (green living). Pasalnya, pengembang yang benar-benar serius menerapkan konsep ini baru 10 persen. Padahal saat ini ada sekitar 100 perusahaan pengembang.

"Dari pengamatan dan kriteria kami, jumlahnya masih sangat minim," ujar Pengamat Lingkungan Nirwono Joga dalam Talkshow Green Lifestyle di The 8th Edition of Annual Event Renovation and Construction Expo di Jacarta Convention Center, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, akhir pekan lalu.

Nirwono mengungkapkan, pengembang properti yang ingin membangun kawasan green living setidaknya harus memenuhi delapan kriteria.

Kriteria-kriteria tersebut adalah 30 persen dari peruntukan lahan perumahan tidak digunakan, penggunaan sistem zero run off berupa pembangunan situ atau sarana lain guna menampung air hujan, serta penerapan sistem zero waste yaitu penanganan sampah.

Kriteria lain yang harus ada adalah properti yang dibangun menerapkan konsep green building diantaranya hemat energi dan air, dukungan infrastruktur, jaringan transportasi, dan terakhir pelibatan masyarakat.

"Sekarang ini banyak yang menawarkan konsep green living tapi sebenarnya mereka belum memenuhi kriteria. Pengembang tahu bahwa konsep ini banyak memikat masyarakat," ujar Nirwono.

Dia mengatakan, saat ini pengembang cenderung lebih banyak menawarkan lingkungan perumahan dibandingkan produk rumah itu sendiri. Hal itu te lihat dari kebiasaan pengembang yang membangun fasilitas hijau terlebih dahulu. "Konsep green living berkembang di kawasan Jabodetabek. Konsep ini jadi kebutuhan mutlak masyarakat," kata Nirwono.



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ