Pakistan Minta Bea Masuk Tekstil Turun

Permintaan ini tertera dalam perjanjian perdagangan kemitraan Pakistan - Indonesia.

Selasa, 17 Maret 2009, 15:59 WIB
Hadi Suprapto, Elly Setyo Rini
Industri tekstil (Saptono)

VIVAnews - Pakistan meminta Pemerintah Indonesia menurunkan beberapa tarif bea masuk. Permintaan ini tertera dalam perjanjian perdagangan kemitraan Pakistan - Indonesia. 

"Mereka minta tambahan 42 tarif yang sebagian besar tekstil dan produk tekstil, serta produk kulit," kata Direktur Jenderal Kerjasama Perdagangan Internasional Departemen Perdagangan Gusmardi Bustami usai peresmian gedung Pusdiklat Depatemen Perdagangan di Depok, Jawa Barat, Selasa 17 Maret 2009.

Gusmardi menjelaskan sebelumnya bea masuk produk-produk tersebut mencapai 15 persen. Lalu Indonesia setuju untuk menurunkan hingga 9 persen, tapi sekarang mereka minta agar sama dengan tarif ASEAN sebesar 5 persen.

Dia mengatakan, Indonesia meminta perlakuan yang sama pada kertas, sorbitol, dan keramik. "Mereka minta tekstil dan kulit, kita minta hal serupa pada ketiga produk itu, jadi kita minta dipaketkan juga," ujarnya.

Terkait dengan permintaan Pakistan pada jeruk kino, Gusmardi mengatakan, Indonesia sudah setuju tarif bea masuk jeruk kino Pakistan turun menjadi 5 persen pada musim panen, yakni November hingga Maret, meski Pakistan sempat meminta untuk dinolkan saja. Selain musim panen tarif kembali seperti biasa.

Permintaan jeruk kino, direspon Indonesia dengan permintaan tarif minyak sawit mentah yang masuk ke Pakistan bisa disamakan bea masuknya dengan Malaysia, yaitu 10 persen. "Kami coba dulu tahun pertama ini, nanti kita lanjutkan kalau permintaan yang lain disetujui," ujarnya.

Selain Pakistan, Indonesia juga sedang menjajaki kemitraan yang sama dengan Chili dan Tunisia. "Tunisia dilakukan joint study groupnya tahun ini," katanya. 

Sedangkan dengan Chili baru dalam tahap penyusunan kerangka kerjasama. "Sudah disepakati dalam dua joint study group meeting, mungkin Juni 2009 sebagian sudah disepakati kerangkanya," ujarnya.



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ