VIVAnews - Hasil Kajian pembangunan pabrik pupuk petrokimia di Papua akan selesai akhir Maret. Direktur Jenderal Minyak dan Gas Departemen Energi Evita Herawati Legowo mengatakan, hasil kajian ini akan diserahkan kepada Wakil Presiden Jusuf Kalla April mendatang.
"Anggota tim akan melakukan pertemuan kembali pada 20 Maret guna menyusun hasil kajian ini," kata Evita seperti dikutip dari laman Direktorat Jenderal Migas, Kamis 12 Maret 2009.
Evita mengatakan, berdasarkan hasil kajian pembangunan pusat petrokimia di Papua berpeluang besar terealisasi. Namun, yang masih menjadi tanda tanya apakah industri ini akan menggunakan gas dari Lapangan Tangguh atau dari sumber lain.
"Ini karena gas dari Lapangan Tangguh tidak sebesar perkiraan awal," tuturnya. Kendati demikian, Evita mengatakan tidak boleh pesimistis, karena gas bisa diambil dari sumber lain.
Kajian pembangunan pusat petrokimia di Papua ini merupakan tindak lanjut instruksi Wakil Presiden Kalla agar Papua dijadikan pusat industri berbasis gas.
Anggota tim terdiri dari beberapa instansi terkait seperti Departemen Energi, Departemen Perindustrian, BP Migas, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi, Departemen Keuangan, PT Pupuk Sriwijaya, dan PT Rekayasa Industri.