Harga Pupuk Non Subsidi Bakal Turun

Harga pupuk tidak akan naik menjelang pemilihan umum (Pemilu) legislatif dan presiden.

Rabu, 4 Maret 2009, 16:39 WIB
Heri Susanto, Bayu Galih
  (Ari Bowo Sucipto)

VIVAnews - Dewan Pupuk Indonesia (DPI) menjamin harga pupuk tidak akan naik menjelang pemilihan umum (Pemilu) legislatif dan presiden.

Ketua Umum DPI, Zaenal Soedjais menjelaskan jaminan ini diberikan untuk memberikan ketenangan bagi masyarakat. "Jangan ada gejolak baru," kata Zaenal seusai menemui Wakil Presiden Jusuf Kalla di Istana Wapres, Jakarta, Rabu (4/3).

Menurut dia, perbedaan harga antara pupuk non subsidi dan subsidi yang mencapai 500% juga menjadi perhatian pemerintah. Perbedaan hingga 5 kali lipat ini menyebabkan banyak penyimpangan harga pupuk di pasar. Dengan demikian timbul wacana menyamakan harga pupuk subsidi dan non subsidi.

"Kata Wapres sekarang saatnya. Karena harga (pupuk) internasional turun, gas turun, maka harga pupuk non subsidi mungkin akan disamakan dengan harga subsidi," kata Zaenal.

DPI juga akan membahas soal impor pupuk dalam pertemuan dengan Wakil Presiden. DPI berpendapat impor pupuk belum diperlukan apabila produksi di atas 7 juta ton per tahun. "Seandainya harus impor pun tak harus 500 ribu ton," ujar Zaenal.

Namun pemerintah mengingatkan ketersediaan pupuk merupakan prioritas pemerintah. "Wapres mengatakan kalau memang harus impor, ya impor. Harus realistis karena suplai yang harus dipenuhi," kata Zaenal.



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ