Naikkan BBM, Negara Hemat Berapa?

Keputusan menaikkan harga merupakan langkah yang paling masuk akal.

Kamis, 23 Februari 2012, 12:19 WIB
Hadi Suprapto
Keputusan menaikkan harga merupakan langkah yang paling masuk akal. Sebab tingginya subsidi telah membuat anggaran negara tak sehat. (VIVAnews/ Muhamad Solihin)

VIVAnews - Lembaga kajian energi ReforMiner Institute menyatakan bahwa pemerintah akan menghemat puluhan triliun jika menaikkan harga bahan bakar minyak April mendatang.

Direktur ReforMiner Institute, Pri Agung Rakhmanto, mengatakan, dengan kenaikan harga Rp500 per liter saja, pemerintah telah menghemat subsidi Rp19 triliun. "Itu dengan asumsi harga minyak US$110 per barel, dan sekarang sudah US$115," kata dia melalui sambungan telepon dengan VIVAnews, Kamis 23 Februari 2012.

Sementara itu dengan kenaikan Rp1.000 per liter, maka penghematan bisa meningkat menjadi Rp38 triliun, dan Rp57 triliun untuk kenaikan Rp1.500 per liter.

Dari hasil kajian ReforMiner, inflasi akan timbul dari kenaikan harga BBM ini. Bila BBM naik Rp500, maka terjadi inflasi 0,5 persen. Sedangkan kenaikan Rp1.000 dan Rp1.500 akan terjadi inflasi masing-masing 1,02 dan 1,6 persen.

Menteri Energi Sumber Daya Mineral Jero Wacik mengatakan akan meminta restu menaikkan harga BBM ke Komisi Energi Dewan Perwakilan Rakyat pada Selasa, 28 Februari.  Rencananya, pemerintah akan membawa tiga opsi kenaikan, yaitu Rp500, Rp1.000, dan Rp1.500 per liter.

Keputusan menaikkan harga, menurut Pri Agung, merupakan langkah yang paling masuk akal. Sebab tingginya subsidi telah membuat anggaran negara tak sehat. "Ini langkah yang paling tepat," katanya.

Direktur Pusat Studi Kebijakan Publik (Puskepi) Sofyano Zakaria juga mendukung langkah pemerintah ini. Selama ini pemerintah dibebani subsidi yang tak tepat sasaran. "BBM bersubsidi lebih banyak digunakan oleh kendaraan pribadi. Ini tidak tepat," katanya, melalui sambungan telepon.

Dia mengatakan, pemerintah masih perlu mengatur distribusi BBM secara tepat, sehingga subsidi bisa tepat sasaran. "Jangan sampai subsidi BBM dinikmati orang-orang kaya. Karena itu, kenaikan harga BBM adalah langkah yang tepat," ujar dia.

Meski demikian, Sofyano tidak sepakat bila subsidi dihapus total. Subsidi masih diperlukan agar produk-produk lokal bisa bersaing di kancah internasional. "China mensubsidi listrik dan Asutralia mensubsidi pertanian. Ini semua agar produk ekspornya bisa bersaing," tutur Sofyano. (umi)



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
gagalterus
26/02/2012
subsidi tetap diperlukan utk kepentingan rakyat miskin yg tidak punya mobil (angkutan umum, angkutan bahan makanan, kapal nelayan, dll). masa orang kaya punya mobil mau jalan2, mau senang2 pake BBM subsidi, ngga adil .... merampas jatah rakyat miskin
Balas   • Laporkan
purple.luck
24/02/2012
Rakyatnya berhemat, Pemerintah dan DPRnya juga, kan?
Balas   • Laporkan
getuk_pisang
24/02/2012
YESSSSSSSSSSSSSSS akhir nya Korupsi saya nanti lebih besar karena banyak lebihan dari BBM,,,,hhahhhahahahhahhahaahhah makasih ya pak jero
Balas   • Laporkan
subsidi buat kantong orang kaya makin tebal
Balas   • Laporkan
Saya harap pemerintah bisa meilih tingkat kenaikan yg tepat dan tidak terlalu memberatkn rakyat
Balas   • Laporkan
jeriontong
23/02/2012
Setu dengan Rencana pemerintah utk menghapus subsidi BBM. Sebaikx pemerintah lebih meningkatkan subsidi bagi kesehatan, pendidikan, pertanian dan UMKM
Balas   • Laporkan
cla10xboy
23/02/2012
Kami tidak butuh subsidi.... Subsidi dinikmati org kaya. Pakai dana utk gratiskan sekolah, biaya RS..
Balas   • Laporkan
atn1480
23/02/2012
hapus aja BBM subsidi dan harga ikut mekanisme pasar, dan para koruptornya juga harus diadili di pengadilan jalanan agar tdk lagi ada acara dagelan di persidangan.... enak aja rakyat harus berhemat sementara penyelenggara negara korupsi dibiarkan.
Balas   • Laporkan
dudutdangdut
23/02/2012
mdh2an ntar duitnya ga d lipet ma Anggota Hewan Perwakilan Rakyat ya....rakyat kecil makin kejepit z d negeri ini....yg kuat menggilas yg lemah....setelah BBM ga pk subsidi tinggal nunggu TDL naik....komplit lah penderitaan rakyat Indonesia....
Balas   • Laporkan
putra_riau
23/02/2012
saya tidklah org kaya, tp mungkn subsidi dihilangkan saja. dana subsidi tesebut diganti ke program pembinaan dan bantuan tuk rakyat miskin..
Balas   • Laporkan
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ