Menkeu: Kenaikan BBM Bukan Solusi Terakhir

Presiden SBY mengatakan pemerintah harus menaikkan harga BBM untuk menyelamatkan anggaran.

Rabu, 22 Februari 2012, 20:34 WIB
Antique, Harwanto Bimo Pratomo
Menteri Keuangan (Menkeu) Agus Martowardojo (VIVAnews/Adri Irianto)

VIVAnews - Menteri Keuangan (Menkeu) Agus Martowardojo menyatakan bahwa penjagaan kesehatan fiskal tidak hanya dengan menaikkan  bahan bakar minyak (BBM). Sebab, dalam penjagaan kesehatan fiskal, pemerintah masih memiliki cara lain.

Menurutnya, keputusan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono untuk menyesuaikan harga BBM adalah bentuk penjagaan kesehatan fiskal negara. Dia setuju perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara perlu segera dilaksanakan untuk merespon perkembangan global.
"Bagi saya, yang mengelola fiskal, itu sangat sejalan," ujarnya saat ditemui di kantornya, Jakarta, Rabu 22 Februari 2012.

Pemerintah, lanjutnya, saat ini belum dapat memastikan apakah bentuk dari penjagaan kesehatan fiskal ini adalah hanya berupa kenaikan harga BBM. Sebab, dalam menjaga kesehatan fiskal tidak hanya berpegang dari kenaikan harga BBM, melainkan ada tiga skenario lain.

Skenario itu ialah mengelola penerimaan negara, pengelolaan belanja, dan pengelolaan pembiayaan. "Kalau kita nanti memutuskan, kita akan mempertimbangkan semua aspek," tuturnya.

Sektor penerimaan, tambahnya, akan ada koreksi antara lain pada penerimaan negara bukan pajak (PNBP) yang akan ditingkatkan sekitar Rp20 triliun. "Kedua adalah SAL (Sisa Anggaran Lebih). Ketiga SUN (Surat Utang Negara)," ujar Agus.

Sebelumnya, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengatakan pemerintah harus menaikkan harga BBM. Keputusan itu diambil untuk melakukan penyelamatan anggaran negara. "Harga BBM mau tidak mau tentu mesti disesuaikan dengan kenaikan yang tepat," ujar SBY usai rapat terbatas di Jakarta.



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
gagalterus
26/02/2012
walaupun PNBP ditingkatkan, pembelanjaan dan pembiayaan dikelola dg baik, subsidi BBM harus tetap ada tapi utk rakyat kecil/miskin bukan utk orang kaya yg punya mobil atau porsi subsidi 80% rakyat miskin 20% utk yg lainnya
Balas   • Laporkan
jeriontong
23/02/2012
Hapus saja subsidi BBM. Jangan tunda2. Sebaikx subsisdi langsung kepada rakyat melalui pelayanan kesehatan, pendidikan, pertanian dan UMKM.
Balas   • Laporkan
ikofxindonesia
23/02/2012
BBM naik No comment capekkk
Balas   • Laporkan
didika
22/02/2012
cerita lama!!!! naikkan harga BBM sekarang, baru saat pemilu diturunkan lagi biar dianggap pahlawan, ya kan pak? tolong jadi pemimpin jangan egois.
Balas   • Laporkan
yoyok92
22/02/2012
nggak usah jaim lah kalau memang mau naik naik aja ??@!!!
Balas   • Laporkan
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ