BBM Naik, Rakyat Miskin Dapat Kompensasi

Selain berupa BLT, kompensasi kenaikan BBM juga berupa kupon uang transportasi.

Rabu, 22 Februari 2012, 18:27 WIB
Hadi Suprapto, Iwan Kurniawan
Selain berupa BLT, kompensasi kenaikan BBM juga berupa kupon uang transportasi. (VIVAnews/Anhar Rizki Affandi)

VIVAnews - Menteri Energi Sumber Daya Mineral Jero Wacik menyatakan berdasarkan kajian konsorsium perguruan tinggi yang dipimpin Universitas Indonesia dan Institut Teknologi Bandung, kenaikan harga bahan bakar minyak bersubsidi harus dibarengi dengan kompensasi.

"Kajian sudah selesai, di dalamnya termasuk kalau ada perubahan (harga BBM), harus menyiapkan kompensasi," kata Jero Wacik di Istana Negara, Rabu 22 Februari 2012.

Menurut Wacik, kompensasi tersebut selain berupa bantuan langsung tunai (BLT), juga dalam bentuk kupon uang transportasi yang akan dibagikan untuk masyarakat yang menggunakan angkutan umum.

"Bantuan langsung kepada rakyat yang sedang berdampak, sedang dikaji. Biar rakyat tidak berat lah," katanya.

Sebelumnya, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menjelaskan bagi masyarakat yang terdampak pada kenaikan harga BBM serta inflasi maka pemerintah akan memberikan bantuan langsung sementara. "Bantuannya bisa kita pikirkan, yang dulu pernah kita lakukan atau kita modifikasi yang itu memang tepat," katanya.

Bahkan, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono memerintahkan dana tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) Badan Usaha Milik Negara dialihkan untuk memberikan bantuan riil kepada masyarakat yang terkena dampak akibat kenaikan harga bahan bakar minyak. (umi)



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
ikhal2012
23/02/2012
sebaiknya ga usah ada BLT cuma bikin rakyat bentrok realita dilapangan orang2 mampu yg dapaet BLT, udah aza pake buat nutupin APBN,biar ga ada peluang buat Koruptor.
Balas   • Laporkan
konsteo
23/02/2012
Rakyat tidak perlu uang kompensasi... rakyat perlu pekerjaan yang layak. Gunakan dana subsidi itu untuk pembangunan bukan buat disimpan di SBI atau buat bayar utang!!! Kalo masih ngga ngerti mending pada ke laut aja...
Balas   • Laporkan
rasya_krpd
23/02/2012
dikasih bantuan sama aja menegakkan nilai2 pengemis .. mending buat modali rakyat kecil biar bisa berproduksi .. contoh padat karya jaman Orba itu .. gak usah malu mencontoh kalo hasilnya bagus ..
Balas   • Laporkan
didika
22/02/2012
apa bedanya uang kompensasi BBM, uang tutup mulut sama uang sogokan? namanya saja yang beda, tapi maksudnya sama.
Balas   • Laporkan
affanae
22/02/2012
bagikan saja kompensasi itu kepada anak-anak YATIM PIATU mungking akan lebih bermanfaat
Balas   • Laporkan
atn1480
22/02/2012
beras raskin aja banyak dibelokkan ke pasar, apa lagi BLT gampang sekali menguapnya........
Balas   • Laporkan
salimedwin
22/02/2012
rakyat yang miskin bykkk, bagi2 kompensasi bukannya memperbesar peluang terjadinya korupsi. Sebaiknya dananya dialirkan ke sektor riil yang berdampak pada rakyat miskin, contoh sekolah gratis khusus rakyat miskin, rumah sakit rakyat miskin...lbh brmanfaat
Balas   • Laporkan
setiyo_mdr
22/02/2012
seharusnya kompensasi untuk rakyat miskin lebih pada optimalisasi sekolah gratis yg benar-benar gratis tidak dibebani uang buku, seragam dan biaya2 lain yg terkait dgn pendidikan karena biaya utk itu sangat menguras penghasilan keluarga miskin
Balas   • Laporkan
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ