ILO: Buruh RI Tak Mengerti Standar Perburuhan

ILO menyatakan hanya 21,8% buruh yang mengetahui istilah perburuhan internasional.

Kamis, 9 Februari 2012, 18:23 WIB
Hadi Suprapto, Sukirno
ILO menyatakan, hanya 21,8% buruh yang mengetahui istilah perburuhan internasional. (REUTERS/Stringer/Files)

VIVAnews -  Organisasi Perburuhan Internasional (ILO) menyatakan bahwa mayoritas buruh di Indonesia tidak mengetahui istilah standar perburuhan internasional.

Peneliti dari ILO, Graeme Buckley, mengungkapkan sebanyak 78,2 persen buruh yang masuk dalam serikat pekerja pun mengaku tidak mengetahui istilah perburuhan internasional. "Mayoritas pekerja yang tidak tahu berasal dari anggota serikat, dan 45 persen pengurus serikat tidak tahu istilah tersebut," katanya dalam laporan survei Persepsi Pekerja Terhadap Pendukung Keberlanjutan Usaha di Indonesia oleh ILO di Hotel Sari Pan Pacific, Jakarta, Kamis 9 Februari 2012.

Dalam laporan itu, hanya 21,8 persen buruh yang mengetahui istilah perburuhan internasional. Kemudian, terkait pengetahuan buruh mengenai tripartisme, sebanyak 54,2 persen buruh memiliki pengetahuan bahwa Undang-Undang ketenagakerjaan dibuat melalui dialog tripartisme antara pengusaha, pekerja, dan pemerintah.

Namun, 25 persen buruh bahkan tidak mengetahui apa itu tripartisme dan sebanyak 20,8 anggota serikat pekerja mengaku tidak tahu mengenai tripartisme.

Sementara itu, sebanyak 57,3 persen buruh berpendapat bahwa pemerintah kurang adil dalam dialog tripartit. Hal ini terkait persepsi buruh mengenai peran pemerintah dalam menangani perselisihan dan perundingan yang adil. Sebanyak 54,4 persen --dari 41,2 persen buruh yang tahu peran pemerintah dalam menyelesaikan perselisihan-- berpendapat bahwa pemerintah berlaku tidak adil dalam penyelesaian perselisihan perburuhan.

Survei ini dilakukan terhadap serikat pekerja yang bergabung dalam empat konfederasi serikat pekerja yaitu Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI Pasar Minggu), Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI Kalibata), Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (KSBSI) dan Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI).

Survei dilaksanakan terhadap 216 orang pekerja di tujuh perusahaan di Jabodetabek yang terdiri dari tiga perusahaan garmen, dua perusahaan elektronik dan dua perusahaan otomotif.

Mayoritas responden (86 persen) dalam survei ini adalah pekerja tetap, 64 persen di antaranya sudah bekerja di perusahaan masing-masing selama lebih dari 10 tahun. (ren)



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
banyak pejabat dlm bidang perburuhan yg KKN tuch...sampai2 orang yang gak tau aturan tetep juga dimasukn. Bertobat!!!
Balas   • Laporkan
ricuh
10/02/2012
dapet kerja masi ngoceh. pengusaha kabur/bangkrut kena phk/nganggur ga dapet makan ngeluh. walah bgs dapet kerja bisa makan tdr da bgs. mo ampe pengusaha kabur? ga susa koq kalo mo kabur. masi ada malaysia/cina/vietnam
Balas   • Laporkan
antonius
10/02/2012
mau tripartit, apa tit kek, pokoknya buruh cuma tau gaji tinggi dan hidup berkecukupan, kalo gak cukup ya komplain, komplain dicuekin ya demo. itu aja kok, gak usah dibuat ribet sama tit dan saudara2xnya la...
Balas   • Laporkan
ricuh | 10/02/2012 | Laporkan
walah org keq gini ni kapan pinter nya. apa aja ga mo tau. mo nya gampang doank. rakyat miskin ngomel. rakyat diem aja. walah repot
nugelo1990
09/02/2012
habis serikat pekerjanya selesai miting tripartit, bukunya di masukan ke lemari, bukan di kasih tau anggotanya suruh baca peraturan ketenagakerjaan. gue jadinya mana tau peraturan perburuhan
Balas   • Laporkan
komisitiga
09/02/2012
Jadi ? maksudnya. Buruh cuma ngerti Minta naik gaji aja ? atau buruh cuma ngerti Demo.?atau cuma ngotot untuk menang sendiri. ? saya berharap semua itu bukan sikap buruh kita. Memang masalah pendidikan buruh kita agak payah.kayak serikat suruh SPSI/SBSI
Balas   • Laporkan
aloysiusyoseph.serviant
09/02/2012
saya rasa pak mentrinya juga ga ngerti standar perburuhyan. klo dia ngerti pasti memperjuangkan hak2 para buruh agar lebih sejahtera.bukan memperjuangkan jabatan saja.
Balas   • Laporkan
reoon
09/02/2012
MAKLUM SAJA BOSS KALAU MERAKA PINTAR GAK BAKALAN JADI BURUH...!!!
Balas   • Laporkan
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ