Pembangkit di Kutai Suplai Listrik Kalimantan

Pembangunan pembangkit listrik tersebut dikerjakan konsorsium PT Wijaya Karya Tbk.

Kamis, 9 Februari 2012, 16:30 WIB
Nur Farida Ahniar, Sukirno
Wijaya Karya menargetkan perolehan total kontrak Rp32,09 triliun. (VIVAnews/Muhamad Solihin)

VIVAnews - PT Wijaya Karya Tbk memperoleh proyek pembangunan pembangkit listrik tenaga gas Kaltim (Peaking). Proyek pembangkit 2x(50-60) megawatt itu milik PT Perusahaan Listrik Negara. Wijaya Karya akan tergabung dalam konsorsium bersama PT Mega Eltra dan PT Navigat.

"Nilai kontrak sebesar Rp925,4 miliar," kata Sekretaris Perusahaan Wijaya Karya, Natal Argawan Pardede, dalam keterangan tertulis yang dipublikasikan PT Bursa Efek Indonesia, Kamis 9 Februari 2012.

Natal menjelaskan, dalam konsorsium proyek Engineering, Procurement, and Construction itu, Wijaya Karya mendapat porsi 46 persen dari total perolehan kontrak. Nilai itu setara Rp425,7 miliar. Sisanya masing-masing 39 persen dan 15 persen dimiliki Mega Eltra dan Navigat.

Proyek yang didanai dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) itu akan dibangun di Desa Tanjung Batu, Kecamatan Tenggarong Seberang, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kaltim. "Pembangunan selama 18 bulan sejak awal Maret 2012 dan untuk unit 1 diperkirakan beroperasi pada Juni 2013," ujarnya.

Sementara itu, pembangkit unit 2 diharapkan beroperasi pada Agustus 2013. Setelah beroperasi, proyek tersebut akan menghasilkan listrik 140 MW dengan bahan bakar gas yang disuplai PLN. Listrik ini untuk memenuhi kebutuhan energi di Pulau Kalimantan, khususnya Kalimantan Timur.

Pada 2012, Wijaya Karya menargetkan perolehan total kontrak Rp32,09 triliun. Target tersebut naik 20,68 persen dibanding 2011 sebesar Rp26,59 triliun. (art)



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ