VIVAnews - Wakil Menteri Keuangan, Anny Ratnawati, menyarankan perlunya penghematan pangan sebagai peluang investasi di masa depan. Upaya itu seiring dengan semakin tingginya produk domestik bruto (PDB).
Selain itu, bila semakin tinggi pendapatan seseorang, konsumsi pangan sehari-hari tidak akan bertambah. Namun, perlu adanya diversifikasi pangan. "Bagi yang makan beras dari dulu, sekarang diharapkan bisa makan yang lain atau bahkan dikurangi konsumsinya karena dia perlu jaga tubuhnya," ujar Anny saat ditemui di JCC, Jakarta, Rabu 8 Februari 2012.
Diversifikasi pangan, dia melanjutkan, juga dapat membangun sektor-sektor intensif buruh seperti pertanian, sehingga dapat menyerap banyak tenaga kerja. "Bila pemerataan daerah sudah berjalan dengan baik, kesenjangan sosial dapat berkurang, sehingga bila PDB per kapita merata, gap-nya juga semakin kecil," kata dia.
Kendati demikian, Anny mengaku bahwa perkembangan ekonomi Indonesia cukup cepat, diikuti tingkat konsumsi masyarakat yang semakin tinggi. "Tapi, kalau dilihat share PDB, konsumsi mulai bergeser, mulai digantikan dengan investasi," tuturnya. (art)