VIVAnews - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menggelar sidang kabinet terbatas bidang perekonomian. Kali ini, sidang membahas peningkatan kinerja Badan Usaha Milik Negara.
"Bahwa penataan BUMN ini harus punya arah, punya tujuan, dan juga punya sasaran," kata Yudhoyono di Kantor Presiden, Jakarta, Rabu 8 Februari 2012.
Sasaran itu, Yudhoyono melanjutkan, BUMN bisa betul-betul menjadi bagian penting untuk meningkatkan pertumbuhan perekonomian.
"Sebagai contoh, tahun ini kami berharap pertumbuhan ekonomi mencapai 6,7 persen. Kami ingin, BUMN mengambil peran aktif, terutama di bidang investasi," ujar Presiden. "Lebih khusus lagi sesuai dengan apa yang telah direncanakan dalam MP3EI."
Presiden juga meminta pengembangan bisnis BUMN benar-benar bisa menciptakan lapangan pekerjaan yang lebih luas. "Tolong dihitung dan kemudian diukur, karena ini juga sangat penting untuk kita lakukan," tutur SBY.
Selain itu, Yudhoyono menyinggung tanggung jawab sosial atau corporate social responsibility (CSR) BUMN. Sebab, berdasarkan laporan Menteri BUMN kepada Presiden, dana tanggung jawab sosial dari jajaran BUMN itu besar.
Untuk itu, ia meminta agar dipastikan bahwa penggunaan dana tanggung jawab sosial tersebut tepat sasaran. "Saya ingin CSR ini lebih banyak dioptimalkan, tentu bersama-sama dengan pemerintah dan pihak lain, untuk mengurangi kemiskinan masyarakat kita," ujarnya.
Yudhoyono juga minta agar BUMN memberikan contoh dalam green economy dan green growth. "Dengan demikian, tidak ada yang dilalaikan. Kalau BUMN bisa memberi contoh, tentu swasta dan pihak lain tidak akan careless pada pemeliharaan lingkungan yang ada di negeri ini," tuturnya.
Hal itu, menurut Presiden, memiliki empat sasaran yang sebenarnya sudah menjadi kebijakan perekonomian Indonesia. "Tinggal BUMN menjalankan itu dan juga menjadi contoh," kata Yudhoyono. (art)