VIVAnews - Direktur Business Banking PT Bank Negara Indonesia Tbk, Krishna Suparto, mengatakan total kredit yang belum dicairkan (undisbursed loan) di segmen korporasi sebesar Rp67 triliun hingga 2011.
Menurut Krishna, saat ini, beberapa penarikan sudah terlihat, tetapi hanya di sektor ekonomi tertentu. Nilai yang cukup besar mayoritas berasal dari kredit korporasi. Tapi, dari segmen lainnya, tidak terlalu ada penarikan.
"Ada undisbursed loan, yang paling besar untuk jalan tol," kata Krishna di Hotel Le Meridien, Jakarta, Selasa 7 Februari 2012.
Menurut dia, hingga akhir 2011, komitmen kredit yang sudah ditarik berasal dari sektor telekomunikasi dan listrik kira-kira senilai Rp1-2 triliun. Pada 2011, pertumbuhan kredit korporasi BNI mencapai target, yaitu 18 persen dibanding 2010. "Total kredit korporasi yang disalurkan mencapai Rp50 triliun lebih," ungkapnya.
Dari total kredit korporasi, sebanyak 40 persen disalurkan ke sektor infrastruktur. Sisanya disalurkan untuk perkebunan, minyak dan gas, serta manufaktur.
"Untuk tahun ini pertumbuhan kredit korporasi kira-kira 18 persen, mungkin sekitar Rp57 triliun. Kami sesuai pasar saja," ujarnya. (art)