Gerindra Dukung Program Sawah Sejuta Hektare

Satu hektare sawah dapat membuka lapangan pekerjaan baru bagi enam orang.

Selasa, 7 Februari 2012, 00:03 WIB
Antique, Iwan Kurniawan
Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra, Prabowo Subianto. (Antara/ Ujang Zaelani)

VIVAnews - Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo Subianto memuji langkah Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan terkait program Kementerian BUMN yang ingin mencetak satu juta hektare lahan sawah baru.

Prabowo mengklaim bahw program sawah satu juta hektare tersebut, merupakan gagasan Partai Gerindra.

"Kita sambut positif langkah Menteri BUMN yang baru, yang ingin mencetak ladang sawah baru. Terima kasih, mudah-mudahan segera terwujud," kata Prabowo dalam Orasi Politik Empat Tahun Partai Gerindra, di Jakarta, Senin malam, 6 Februari 2012.

Selain itu, ia menyindir dengan kebiasaan pemerintah Indonesia yang memiliki kebiasan impor pangan. Kebiasaan ini dapat membahayakan, karena pada 2011 lalu Thailand dilanda banjir besar dan membuat tiga perempat lahan sawahnya terendam banjir.

Dengan latar belakang itulah, kata Prabowo, Gerindra selalu mengusulkan kepada pemerintah untuk mencetak lahan-lahan sawah baru.

Ia menambahkan, dari dulu Gerindra telah mencanangkan pembangunan ekonomi melalui pertanian dengan cara mencetak jutaan lahan sawah baru. Indonesia, lanjutnya, memiliki 77 juta hutan yang rusak dan harus ditransformasikan menjadi lahan pertanian yang produktif.

Menurut dia, satu hektare sawah dapat membuka lapangan pekerjaan baru bagi enam orang. "Bayangkan jika enam juta hektare lahan baru akan ciptakan banyak lapangan pekerjaan baru. Ini akan mendorong ekonomi kita, multiplier effect yang besar,"katanya.

Sayangnya, menurutnya, pemerintah saat ini lebih suka menggunakan puluhan juta hutan yang rusak itu untuk menanam karet dan sawit. "Kalau ada kesulitan pangan, apa bisa kita makan karet," ujar Prabowo.

Untuk itu, ia kembali memuji gebrakan Dahlan yang ingin mencetak satu juta hekatare sawah pada 2014.

"Dalam hati, ke mana saja pemerintah, kok baru dilaksanakan sekarang. Tapi kita legowo, wakafkan gagasan itu. Boleh dicontek asalkan untuk rakyat Indonesia," katanya.

"Kita senang dicontek, tetapi kasih catatan kaki dong, saran dari Gerindra," tambah Prabowo sambil tertawa.



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
tai_katak
16/04/2012
Idealnya, negara kita ngra agraris dn bahari. Pertanian dan perikanan di tingkatkan prdktifitasnya. Stop isin pertambangan dan indust Perluas pertanian dan perkebunan yang berbasis kebthan bngsa. Stop isin2 hph utk klstrian alam utk anak cucu kedepan.
Balas   • Laporkan
loet7
20/02/2012
begitulah papol....,selalu merasa bangga dengan "aku"...,memangnya cuman prabowo yg punya pikiran seperti itu...,justru dia yg mencontek...,untuk kepentingan kelompoknya...,klo mo pemilu baru bilang kepentingan rakyat...,lah brapa jd HKTI mana hasilnya...
Balas   • Laporkan
setiyo_mdr
07/02/2012
Bravo pak DI, tapi perlu perencanaan yg matang, dulu ssawah sejuta hektar di era Orba gagal krn perencanaannya amburadul. Mencetak sawah terkait dengan irigasi dan pengelolaan sumber daya air dan pemberdayaan masyarakat utk kembali bertani.
Balas   • Laporkan
babeku
07/02/2012
Tapi... STOP juga tuh pendirian industri pabrik diatas lahan sawah...cari gampangnya dan murah, soal ijin... beres...apalagi di p jawa... coba aja liat...dg alasan memajukan industri...
Balas   • Laporkan
ceszy.firahanny
07/02/2012
ide nya bagus... apapun bentuk idenya yg sekiranya memajukan negara, patut di contoh... tapi selama masih ada korupsi yg bercokol di pemerintahan baik pusat sampai daerah... mustahil indonesia maju.....
Balas   • Laporkan
bintangmas | 07/02/2012 | Laporkan
Setuju banget.
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ