Apindo: Kenaikan Upah Lonceng Kematian UKM

Kenaikan gaji buruh 18,5-36 persen ini berlaku dari usaha kecil hingga besar. Semua kena.

Sabtu, 4 Februari 2012, 11:20 WIB
Hadi Suprapto, Syahrul Ansyari
Kenaikan gaji buruh 18,5-36 persen ini berlaku dari usaha kecil hingga besar. Semua kena. (VIVAnews/Tri Saputro)

VIVAnews - Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) mengeluhkan sikap beberapa kepala daerah yang secara sepihak menaikkan upah minimum para buruh. Dia menyebutkan, langkah tersebut mengingkari kesepakatan dalam mekanisme yang ada tentang kenaikan gaji buruh yang seharusnya melalui Dewan Pengupahan.

"Gugatan Apindo terkait keputusan Gubernur Jawa Barat agar menyadarkan kepala daerah untuk menepati mekanisme yang ditetapkan," kata Ketua Advokasi Kebijakan Publik Apindo, Antony Hilman, dalam diskusi bertajuk Buruh Mengeluh di Warung Daun Cikini, Jakarta, Sabtu 4 Februari 2012.

"Upah minimum ditetapkan melalui musyawarah Dewan Pengupahan, persoalannya kemarin adalah tidak mengikuti mekanisme," tuturnya.

Secara substansi, Antony tidak mempersoalkan kenaikan upah minimum para buruh. Namun demikian, dia mengingatkan tidak semua pihak akan mendapatkan manfaat dengan kenaikan tersebut. Kenaikan gaji buruh 18,5-36 persen berlaku dari usaha kecil-mungil hingga besar. "Bagi usaha kecil ini bisa jadi lonceng kematian," ujarnya.

Antony menduga jika sikap kepala daerah tersebut tidak untuk kepentingan buruh itu sendiri, melainkan terkait dengan pencitraan politik. "Suasana politis lebih kental. Seolah-olah mengabaikan teman-teman yang sudah bekerja keras, melakukan survei dan sebagainya," katanya. (art)



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
groby
05/02/2012
yach moga dapet solusi yg terbaik,,jadi bisa sama-sama heppyending . . . .
Balas   • Laporkan
mxol
05/02/2012
Itulah liciknya para pengusaha dibawah bendera APINDO. Ketika berbicara masalah upah ingat kepada Usaha Menengah Kecil. Tetapi ketika bagi-bagi proyek, UMK hanya dilirik sebelah mata .. dasar APINDO rakus ... mafioso ...
Balas   • Laporkan
setiyo_mdr
05/02/2012
Memang seharusnya kenaikan upah buruh harus disesuaikan dengan usahanya, mikro kecil menengah atau besar sehingga pengusahanya jg tdk terbebani. Tapi klo upah gak naik atau naiknya gak sesuai dnn tingkat kebutuhan hidup layak minimum ya gak manusiiawi jug
Balas   • Laporkan
bixdom
05/02/2012
semoga tercapai kesepakatan yg menguntungkan kedua pihak, jangan sampai pengusaha berpikir menjual barang impor lebih menguntungkan daripada memproduksi sendiri, jika itu sampai terjadi maka pengangguran akan semakin banyak.....peace....
Balas   • Laporkan
sukma.sejati | 05/02/2012 | Laporkan
para konsumen di indonesia dimulai dari buruh perlu disadarkan untuk tidak membeli produk impor atau lokal yang dihasilkan dari eksploitasi tenaga kerja yang tak di imbangi dengan gaji yang layak.
jeffrey.soank
05/02/2012
Setiap profesi ada enak dan tidak enak masing2. Pengusaha hrs keluarin modal, modal dtg drmn? Ga mungkin kan turun dari langit. Sumber modal tersebut itu pun akan mempengaruhi cara si pengusaha menjalankan usahanya, apa itu hasil kerja keras dia bertaun2
Balas   • Laporkan
jeffrey.soank | 05/02/2012 | Laporkan
atau pinjaman Bank? atau warisan? Jd pengusaha pun resikonya pun besar, tingkat stress pun tinggi, mikirin usahanya dan juga para semua karyawannya. Belum lagi resiko rugi, bangkrut, diperas oknum dll... Tapi pengorbanan tersebut berbanding dengan hasilny
jeffrey.soank | 05/02/2012 | Laporkan
atau pinjaman Bank? atau warisan? Jd pengusaha pun resikonya pun besar, tingkat stress pun tinggi, mikirin usahanya dan juga para semua karyawannya. Belum lagi resiko rugi, bangkrut, diperas oknum dll... Tapi pengorbanan tersebut berbanding dengan hasilny
tahta99
05/02/2012
udah nggak usah saling menyalahkan...tapi hukum alam sih yg namanya buruh..buat disuruh suruh..nyadar diri aja..beda pengusaha..pengangguran punya usaha..wajar dong di rumah aja usaha jalan..hayo pilih mana..???udah saling instrospeksi aja yg rukun...
Balas   • Laporkan
percaya
04/02/2012
Hai Orang APINDO.. coba NASIB loe jadi BURUH.. loe juga bakal kaya gitu.. NGOMONG ja pake peraturan..MIKIR loe lihat buruh yang pas-pasan..lo gak lihat apa realita buruh yg gajihnya 1 juta sebulan...APINDO BUlsit..
Balas   • Laporkan
di6522 | 05/02/2012 | Laporkan
Kalo tdk ada pengusaha ndak ada yang kasih gaji 1 juta LHO !!!!
rakyat1
04/02/2012
Kalau tidak dinaikan..lonceng kematian buruh.....
Balas   • Laporkan
di6522 | 05/02/2012 | Laporkan
Sebaiknya jangan jadi buruh, wiraswasta aja emangnya kenapa???
wisnu2306
04/02/2012
Kalau boleh sumbang saran,berilah buruh itu share dr perusahaan,shg ketika perusahaan naik labanya,buruhpun bisa menikmati hasilnya. Shg buruh dan pengusaha sama2 bertanggung jawab dlm kinerja perusahaan tsb.
Balas   • Laporkan
kalau buruh mau kaya jangan jadi buruh tapi jadi pengusaha. Di dunia tidak ada orang kaya berprofesi buruh. tapi ingat jadi pengusaha bisa bangkrut, diperas oknum, diperas pajak, dituntut ke kpk.
Balas   • Laporkan
bixdom | 05/02/2012 | Laporkan
betul sekali...
ariefnid2001 | 04/02/2012 | Laporkan
setuju berdasarkan pengalaman pribadi..
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ