VIVAnews - Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla menyatakan demo buruh yang berlangsung kemarin terjadi karena kurangnya komunikasi antara buruh, pihak pengusaha dan Pemda setempat.
"Sebenarnya masalah komunikasi, Pemda komunikasi yang kurang dengan pengusaha, pengusaha juga kurang komunikasi dengan buruh," kata Jusuf Kalla (JK), di sela-sela acara donor darah di @America, Jakarta, Sabtu 28 Januari 2012.
Demo kemarin merupakan buntut dari keputusan Pengadilan Tata usaha Niaga (PTUN) Bandung yang memenangkan gugatan UPK Bekasi tahun 2012 yang diajukan Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Kabupaten Bekasi.
JK mengatakan seharusnya permasalahan gaji harus selalu ada perbaikan yang disesuaikan kebutuhan buruh dan pengusaha. "Bahwa itu harus sesuai dengan kebutuhan. Mestinya buruh harus diajak bicara karena selama ini hubungan Apindo dengan buruh itu sangat baik," katanya.
Tentunya, lanjut JK, dengan adanya peristiwa kemarin sungguh sangat memprihatinkan. "Ya tentu sangat prihatin dengan situasi itu tapi di lain pihak harus ada peran serta masyarakat harus tetap sangat baik," ujarnya.
Sebelumnya, ribuan buruh yang tergabung dalam Buruh Bekasi Bergerak turun ke jalan. Tak tanggung-tanggung, kaum pekerja ini menguasai salah satu akses vital ruas jalan tol Jakarta-Cikampek.
Aksi yang diikuti oleh seluruh buruk pabrik sekabupaten Bekasi itu dimulai sekitar pukul 09.00 WIB. Pusat aksi difokuskan di 7 kawasan industri seperti Ejip, Hyundai, Delta Silicon, Jababeka 1, Jababeka 2, MM 2100, dan Kawasan Gobel. (ren)
buruh demo karena upah mereka sudah tidak mencukupi memenuhi kebutuhan hidup yg semakin mahal bukan krn krg komunikasi. di negeri ini skrg semua serba mahal yang murah cuma harga diri makanya korupsi merajarela.
Kalo mau hidup lebih baik, jgn pilih jadi buruh, pilih berwirausaha donk,dan buka lebih banyak lapangan pekerjaan...udah tahu jadi buruh penghasilannya kecil,namanya juga buruh,kerja merem pun bisa..!
Menaikkan upah buruh hanya berdampak sesaat. Setelah itu inflasi lbh tinggi dr kenaikan upah. Apalagi demo sampe menutup tol merugikan banyak pihak. Usaha menurunkan harga2 barang lebih bermanfaat. Mulai dari membasmi pungli & benahi birokrasi pemerintah.
bukan komunikasi, tp pemerintah skrg tdk pro rakyat dan masyarakat sdh individualis,cari aman dan enak sendiri, demo buruh baru pada melek. Dimana-mana kalo mau ditanggapi pastilah semodel gitu. Pak Harto turun modelnya sama.