Bisnis

Demo Buruh, 400 Pabrik Bakal Direlokasi

Demo buruh yang terjadi di Bekasi menimbulkan persepsi yang negatif dari para investor.

Jum'at, 27 Januari 2012, 16:51 WIB
Antique, Sukirno
Aksi demo buruh di Bekasi (ANTARA/Widodo S. Jusuf)

VIVAnews - Demo buruh yang terjadi di Bekasi menimbulkan persepsi yang negatif dari para investor, terutama asing. Bahkan, akibat demo ini ada 400 perusahaan dari satu negara asing yang akan merelokasi pabriknya ke luar Jakarta dan sekitarnya, termasuk Bekasi.

"Sudah banyak yang akan merelokasi, salah satu negara yang anggotanya ada 400 perusahaan akan merelokasi pabrik tekstilnya di sebuah kawasan di luar Jakarta," kata Committee of Manpower, Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API), Mulyadi Djaya, di Jakarta, Jumat, 27 Januari 2012.

Menurut Mulyadi, perusahaan yang berasal dari satu negara ini sudah berterus terang mengatakan kepada pemerintah jika selalu terjadi kenaikan Upah Minimum Kabupaten (UMK), mereka akan merelokasi pabriknya ke tempat lain yang lebih kondusif.

"Jakarta saja ada 70 perusahaan. Untung akan relokasinya ke luar Jakarta, bukan keluar Indonesia," ujarnya.

Mulyadi menuturkan, kenaikan peringkat Indonesia menjadi investment grade dari dua lembaga pemeringkat investasi, seharusnya dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk perekonomian Indonesia.

Dia menambahkan, adanya perselisihan antara buruh dan pengusaha ini justru kontraproduktif terhadap perbaikan ekonomi. Hal ini, karena investor, terutama asing merasa tidak mendapatkan kepastian dalam hal upah buruh.

"Semua kita rugi, terutama di mata investor internasional. Buruh juga rugi, kalau kerja kan mereka juga dapat uang. Kalau tidak kerja, kan rugi," kata Mulyadi.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal Asosiasi Pengusaha Industri Alas Kaki Indonesia (Aprisindo), Binsar Marpaung, mengatakan investor asing selama ini sudah percaya pada kondisi perekonomian Indonesia. Namun, dengan adanya konflik seperti ini mereka akan berfikir ulang untuk berinvestasi di Indonesia.

"Jangka panjang tahun ini banyak investor dari luar negeri. Mereka melihat di Indonesia secara umum stabil, tetapi kalau begini ya sulit. Ke depan, mereka akan lari," kata dia. (eh)

 

• VIVAnews
Rating
Komentar
zoepray2
30/01/2012
makanya buruh jangan dijadikan faktor produksi tetapi sebagai mitra, dan jangan dibohongi
Balas   • Laporkan
kapolsek
28/01/2012
Menaikkan upah buruh hanya berdampak sesaat. Setelah itu inflasi lbh tinggi dr kenaikan upah. Apalagi demo sampe menutup tol merugikan banyak pihak. Usaha menurunkan harga2 barang lebih bermanfaat. Mulai dari membasmi pungli & benahi birokrasi pemerintah.
Balas   • Laporkan
t.r.o.y
28/01/2012
sama aja bohong..Upah buruh naik..barang2 jg naik..efeknya Investor jg enggan masuk sini lg..terlebih skrg Ekonomi global masuk Krisis.. daya beli menurun..harusnya yg di tuntut jgn kenaikan upah..tp Hapus Outsourching system di negeri ini..
Balas   • Laporkan
abutasya
28/01/2012
nanti kl pabrik pada tutup baru pada gigit jari ,jadi pengangguran semua
Balas   • Laporkan
brig11
28/01/2012
Banyak manusia bloon gak ngerti biaya investasi indonesia. Dikira asing lagi berebut masuk. He3x. Mungkin sunyi senyap setelah insident ini, tetapi kalian liat saja nanti effek pengganguran nya. Business itu hanya akan exist di tempat yg aman.
Balas   • Laporkan
Udaaaaaaahh relokasi aja jangan deket2 jalan tol...Demo nya bikin rugi orang banyak!
Balas   • Laporkan
blueberry
27/01/2012
ke surabaya aja pak , disini jarang ada demo........
Balas   • Laporkan
3232
27/01/2012
governer of west has been anounced that the workers salary must be suitable with umk, but the fact apindo dont agrre n taking exception in the court, so let we berpikir jernihlah...siapa yg salah, sipa yg benr, siapa yg rugi n siapa yg diuntungkan...!!
Balas   • Laporkan
sammi
27/01/2012
Dasar pemerintah tidak sekolah. UMP adalah jaring pengaman untuk pemberi upah. Pemerintah tdk melindungi rakyat kecil seperti usaha marginal (tukang kerupuk, toko HP kecil, dan usaha kecil lainnya). Sanksi 1-4 thn kurungan dan denda 100-400jt bagi pelangg
Balas   • Laporkan
nafedz
27/01/2012
hanya bisa mendoakan saja supaya buruh-buruh diberikan kekuatan dan ketabahan apabila investor benar-benar hengkang ditengah susuahnya mencari lapangan pekerjaan.
Balas   • Laporkan
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ