Empat Manfaat Konversi BBM ke Gas

Masyarakat juga akan menghemat biaya transportasi.

Rabu, 25 Januari 2012, 17:39 WIB
Nur Farida Ahniar, Sukirno
Converter Kit BBG (VIVAnews/ Muhamad Solihin)

VIVAnews - Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) mendukung konversi energi kendaraan bermotor dari bahan bakar minyak (BBM) ke Bahan Bakar Gas (BBG). Banyak manfaat yang diperoleh dari kebijakan konversi ini.

Menurut Peneliti Rekayasa Utama LIPI Agus Hartanto, manfaat pertama yaitu pengurangan konsumsi BBM yang artinya pengurangan subsidi dan impor minyak. Kedua, penghematan biaya transportasi baik untuk kendaraan pribadi maupun kendaraan umum bagi masyarakat.

"Sehingga ini bisa meningkatkan pendapatan riil masyarakat," ungkapnya dalam paparannya pada saat Rapat bersama Koordinasi Kementerian Koordinator Kesejahteraan Rakyat, di Jakarta, Rabu, 25 Januari 2012.

Penggunaan BBG juga dapat menghemat pengeluaran untuk perawatan kendaraan karena BBG tidak menghasilkan kerak sehingga mesin dan busi lebih bersih serta tahan lama. "Knalpot dan peredam suara umurnya menjadi lebih panjang," kata dia.

Manfaat ketiga adalah kebijakan konversi akan membuka peluang usaha baru untuk produksi konverter kit dan aksesori pendukung lain serta usaha lain mulai dari sisi hulu hingga ke hilir terkait sistem produksi dan distribusi BBG.

Keempat, kebijakan konversi juga sangat pro lingkungan. Konversi ini akan mengurangi emisi karbon sebesar 95 persen, emisi karbon dioksida sebesar 25 persen, emisi HC sebesar 80 persen, dan emisi NOx sebesar 30 persen.

"Kita mendukung untuk pengujian, konverter kit, dari segi pembuatan. Bukan LIPI yang bikin tapi industri swasta, dalam negeri tidak akan sulit," kata dia. (eh)



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
jangan lupa rakyat masih butuh GAS utk masak didapur.. jangan sampai tabung elpiji 3kg & 12kg raib dari pasaran gara2 program konversi bbm ke gas.. okey??
Balas   • Laporkan
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ