Sedot Pulsa Gerus Pendapatan XL

XL memperkirakan pendapatan tahun ini hanya naik 6-8 persen.

Rabu, 25 Januari 2012, 13:23 WIB
Syahid Latif, Sukirno
Kasus sedot pulsa menggerus pendapatan operator seluler  

VIVAnews - Perusahaan operator seluler PT XL Axiata Tbk mengatakan pendapatan perusahaan sepanjang 2011 naik 6-8 persen dibanding 2010. Tipisnya kenaikan itu salah satunya akibat turunnya kontribusi yang berasal dari content hingga 80 persen.

"Content turun 80 persen, yang salah satunya masalah sedot pulsa waktu itu. Karena ada sedikit kesalahan, semua kena," kata Direktur Utama XL Axiata, Hasnul Suhaimi ketika ditemui di Hotel JW Marriot, Jakarta, Rabu, 25 Januari 2012.

Hasnul menuturkan, selain lini bisnis content, penurunan pendapatan juga terjadi di unit bisnis suara atau voice. "Nah, yang naik itu layanan data. Tapi senaik-naiknya, layanan data itu base-nya kecil," ujarnya.

Sepanjang tahun lalu, Hasnul mengungkapkan, kontribusi pendapatan perusahaan yang berasal dari data dan internet mencapai 21 persen. Sumber pendapatan lain berasal dari bisnis layanan suara sebesar 2 persen, dan bisnis nada dering atau ring back tone (RBT) serta pesan layanan singkat (short message service/SMS) premium mencapai 26 persen.

Tahun ini, Hasnul melanjutkan, perusahaan menganggarkan belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar Rp6 triliun. Seluruh kebutuhan dana itu rencananya diperoleh dari kas internal perusahaan. "Arus kas kami positif. Posisi tahun lalu Rp9-10 triliun. Jadi masih cukup," ujarnya.

XL menargetkan pertumbuhan pelanggan pada tahun ini bakal naik 10 persen. Targetnya, XL akan membidik sebanyak 49-50 juta pelanggan hingga akhir tahun ini.

Selama ini, Hasnul menjelaskan, XL juga telah memiliki pelanggan khusus dalam bisnis layanan data, yang jumlahnya mencapai setengah dari total seluruh pelanggan. "Saat ini, masih banyak yang menggunakan handphone lama," ungkapnya.

Dengan semua target yang dicanangkan perusahaan itu, Hasnul berharap target pendapatan XL di tahun Naga Air ini bisa naik 6-8 persen dibandingkan tahun sebelumnya. "Tapi, saat ini (laporan keuangan tahun 2011) masih diaudit, Jumat baru keluar," tuturnya. (art)



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
adyaksa
20/02/2012
content provider rekanan XL yang punya orang dalam XL jadi duit tidak lari kemana2 .. seperti Telkon.. pemasangan jaring perusahaan rekanan yang ternya milik orang dalam juga....
Balas   • Laporkan
barca_mania
31/01/2012
iya benerrrr tuh dasar pembohong,,, kontent pada gak jelas, paket ini, paket itu,,,,, preeettttt
Balas   • Laporkan
ivoel
28/01/2012
tetap aja banyak content *123# yang sangat menjebak...dan kaga jelas...dasar operator PENIPU
Balas   • Laporkan
satriabanget99
26/01/2012
yah semoga saja jauh lebih baik. ga ada sedot2 pulsa lagi
Balas   • Laporkan
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ