Bisnis

Struktur Perusahaan Pertamina Dianggap Kuno

Untuk sekaliber Pertamina, harusnya wakil direktur sudah tidak ada lagi.

Sabtu, 7 Februari 2009, 10:51 WIB
Umi Kalsum, Ferial
  (photobucket.com)

VIVAnews - Struktur perusahaan PT Pertammina (Persero) dinilai masih kuno, sehingga sulit membuat perusahaan itu berkembang dengan cepat.

Analis Geopolitik Perminyakan Dirgo Purbo mengatakan, seharusnya dengan  zaman yang sudah modern saat ini struktur organisasi yang ada di Pertamina diubah  sistem dan mekanismenya.

"Seharusnya lebih sederhana tetapi tetap solid," ujar dia dalam diskusi  bertajuk "Pertamina antara Bisnis & Politis"  di Warung Daun Pakubuwono Jakarta, Sabtu 7 Februari 2009.

Dia menjelaskan, seharusnya dalam struktur yang relevan untuk perusahaan  minyak besar  setelah posisi direktur utama, tidak perlu ada wakil direktur  dan deputi lain tetapi ada orang yang memegang jabatan sebagai coorporate  startegy dan konsultan hukum. Selain dua jabatan tadi, jelas dia, harus  juga ada jabatan managing exploration dan managing law. "Inilah ciri perusahaan minyak di abad 21," tandas dia.

Cara lain guna memajukan Pertamina, pemerintah harus mendukung  Pertamina agar lebih aktif mengakuisisi lapangan-lapangan migas di negara  lain agar dapat cepat memproduksi.

Pada kesempatan yang sama, mantan Direktur Utama Pertamina Ari Hernanto Soemarno menegaskan, sebetulnya struktur-struktur seperti yang direkomendasikan sudah  ada saat ini sejak dilakukan tranformasi. "Itu sudah ada sejak dilakukan transformasi tiga tahun lalu, tegas Ari.

Terkait akuisisi, Ari menuturkan saat ia menjabat Pertamina telah  mengakuisisi salah satu  lapangan migas milik Medco di dalam negeri, disamping itu juga di luar  negeri sekarang ini di Libya Pertamina tengah melakukan penawaran untuk  akusisi saham Verenex di Libya.

• VIVAnews
Rating
Komentar
abdi silaban
16/10/2009
artikerlnya bagus........ tp yang mw saya cari struktur personil dari perusahaan itu sendiri...... mhn dibubuhkan y???? penting ne
Balas   • Laporkan
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atau 
  
webtorial