Rencana Ekspor Kayu Log Ditolak

Ekspor kayu sebaiknya dalam bentuk jadi, seperti kusen pintu atau jendela.

Rabu, 4 Februari 2009, 18:40 WIB
Umi Kalsum, Elly Setyo Rini
  (ycmmentawai.org)

VIVAnews - Departemen Perindustrian menyatakan tidak setuju jika kayu log diekspor ke luar negeri. Pemerintah maunya ekspor barang jadi, seperti furniture.

"Kami tidak sepakat jika kayu log harus diekspor," kata Direktur Jenderal Industri Agro dan Kimia Departemen Perindustrian Benny Wahyudi di Jakarta, Rabu 4 Februari 2009.

Sikap tegas itu terungkap menanggapi isu akan dibukanya kembali keran ekspor kayu bulat log oleh departemen teknis lain karena berlebihnya stok kayu log jati.

"Kami inginnya, ekspor bahan baku kayu yang masih dalam profil sederhana harus dibatasi," kata Benny. Dalam artian, kata dia, pemerintah sebaiknya mengekspor misalnya dalam bentuk kusen pintu atau jendela yang sudah jadi furniture.

Selain itu, pemerintah pada tahun ini juga ingin mendorong industri furniture yang dari data BPS diperkirakan akan tumbuh positif. "Furniture bisa jadi unggulan meski ekspor diperkirakan akan turun karena permintaan juga turun," kata Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Industri Departemen Perindustrian Dedi Mulyadi di saat yang sama.

Meski ekspor furniture turun, kata Dedi, produksi dalam negeri tidak akan menurun bahkan diprediksi akan naik. Selain furniture, sektor industri makanan minuman dan tembakau akan mengalami pertumbuhan yang baik di tengah krisis global ini.



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ