Krisis Italia Menebar Ketakutan, Saham Jatuh

Surat utang Italia bertenor 10 tahun naik di atas 7 persen.

Kamis, 10 November 2011, 08:52 WIB
Nur Farida Ahniar
Bursa saham di Seoul (REUTERS/ Lee Jae-Won )

VIVAnews- Ancaman baru yaitu naiknya imbal hasil surat utang Italia menekan pasar keuangan global. Pagi ini saham Asia dibuka melemah, mengikuti penurunan Wall Street yang semalam anjlok hampir 400 persen.

Kekhawatiran utang Italia yang melonjak tinggi, memicu ketakutan negara terbesar ketiga di zona euro itu. Ketakutan itu meningkatkan risiko mata uang area.

Surat utang Italia bertenor 10 tahun naik di atas 7 persen pada Rabu. Ini level yang sama dengan negara yang terkena krisis seperti Portugal dan Yunani. Namun utang Italia masih lebih kecil yaitu mencapai 2 triliun euro . Sejumlah negara Eropa juga terancam kesulitan.

Akibatnya euro turun lagi. Hari ini euro turun 0,1 persen di level US$1,3530. Sementara aset safe haven seperti dolar, dan obligasi Jepang mengalami kenaikan permintaan. Situasi di Eropa itu berdampak kepada bursa saham di Asia.

Indeks Nikkei, Tokyo turun rata-rata 2,5 persen, sedangkan indeks MSCI Asia Pasifik di luar Jepang turun 1,1 persen. Saham Australia jatuh 3,1 persen.

Janji Perdana Menteri Italia Silvio Berlusconi untuk mundur gagal meyakinkan pasar obligasi bahwa Roma akan memiliki kemauan untuk mengendalikan utang. Kustodian Eropa telah meningkatkan agunan yang diperlukan bagi pemegang surat utang Italia.

Saham Eropa dan Amerika turun tajam pada Rabu, dimana saham Wall Street turun lebih dari 3 persen. Dow Jones Industrial Acerage jatuh 389,24 poin atau 3,2 persen yang ditutup pada 11.780,94. Indeks Standard & Poor 500 turun 46,82 poin atau 3,67 persen di level 1.229,10. Nasdaq Composite index turun 105,84 poin atau 3,88 persen menjadi 2.621,65.



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
pipin
10/11/2011
krisis sudah biasa amerika saja krisis kepribadian dan moral sampai sekarang belum sadar-sadar, krisis ekonomi berlangsung dari asia menuju amerika lanjut ke eropa nyebrang ke timur tengah, krisis kepemimpinan sedang diperebutkan dengan dengan hukum alam
Balas   • Laporkan
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ