VIVAnews - PT Bank Mandiri Tbk mengaku belum perlu menerbitkan obligasi subordinasi atau subdebt pada tahun ini untuk menambah modal bank. Pasalnya dengan rasio kecukupan modal (CAR) 16 - 17 persen, Mandiri merasa modalnya masih cukup.
Direktur Utama Bank Mandiri Agus Martowardojo mengatakan, Bank Mandiri baru akan menerbitkan subdebt jika permodalan dianggap tidak memadai. "Kami lihat sesuai kebutuhan," ujar dia di Jakarta, Jumat 30 Januari 2009.
Namun, Direktur Keuangan Bank Mandiri Pahala Mansyuri mengatakan, Mandiri pada tahun ini mengkaji akan menerbitkan obligasi (senior debt) dalam mata uang dolar AS. Penerbitan ini sebagai tindak lanjut atas rencana tahun lalu. "Kami belum menentukan jumlahnya," kata dia.
Pahala mengatakan, rencana itu sudah dicantumkan dalam Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan 2009. Namun, perseroan masih akan memperhitungkan kisaran suku bunga di pasar internasional. Selain itu, Bank Mandiri juga akan melihat situasi penyerapan obligasi tersebut.
Bank Mandiri awalnya memperkirakan suku bunga obligasi yang akan diterbitkan di pasar internasional sekitar 150 - 200 basis poin di atas suku bunga surat utang pemerintah AS dan suku bunga antarbank di London (LIBOR). "Kalau masih tinggi, kami belum akan menerbitkan," katanya.