Bisnis

Dana Terbatas, Pertamina Sulit Berkembang

Pertamina sulit berinvestasi. Ini berbeda dengan kondisi Petronas di Malaysia.

Jum'at, 30 Januari 2009, 14:03 WIB
Hadi Suprapto, Ferial
Direktur Pertamina Ari Soemarno (daylife.com)

VIVAnews - PT Pertamina mengakui sulit berkembang akibat keterbatasan dana yang bisa digunakan untuk investasi. Direktur Utama Pertamina Ari Hernanto Soemarno mengatakan, semua pendapatan Pertamina diserahkan kepada negara baik pajak maupun nonpajak. 

Menurut dia, kondisi Pertamina berbanding terbalik dengan Petrnonas. Perusahaan minyak dan gas milik pemerintah Malaysia ini diberi kebebasan mengelola kekayaan alam minyak dan gas nasional, hasilnya menjadi aset perusahaan.

"Kalau Pertamina hanya mengelola saja," ujar Ari dalam diskusi interaktif bertajuk "Pertamina: Transformasi Kapan Usai?" di Gedung MPR/DPR Senayan, Jakarta, Jumat 30 Januari 2009.

Dengan demikian, keuntungan yang diperoleh Petronas baik dalam usaha hulu maupun hilir menjadi milik Petronas, yang kemudian diinvestasikan. "Petronas hanya bayar pajak 30 - 35 persen," ujar dia.

Faktor lain, Ari mengatakan pemerintah Malaysia tidak membenankan Petronas menjalankan tugas mendistribusikan BBM bersubsidi sendirian. Ada beberapa perusahaan lain yang dilibatkan.

• VIVAnews
Rating
Komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atau 
  
webtorial