Bantah Tumpang Tindih, Mari Jelaskan Tugasnya

Mari Elka mengambil contoh rancangan Tex Saverio yang dipakai penyanyi Lady Gaga.

Selasa, 25 Oktober 2011, 13:06 WIB
Syahid Latif, Sukirno
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Mari E Pangestu (ANTARA/Reuters-Daniel Munoz)

VIVAnews - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Mari Elka Pangestu, menegaskan penambahan tugas baru di bidang ekonomi kreatif tidak tumpang tindih dengan kementerian lain, khususnya Kementerian Perindustrian dan Kementerian Perdagangan.

"Sebetulnya kami sudah mempunyai cetak biru, untuk pengembangan ekonomi kreatif. Sudah ada Inpres nomor 6 tahun 2009 yang ada pembagian tugas, Kemenperin apa, Kemendag apa, Kemenbudpar --pada waktu itu-- apa, dan koordinatornya di Menko Kesra," kata Mari Elka Pangestu, usai acara Nusa Tenggara Investment Day di Hotel Ritz Carlton, Kawasan Mega Kuningan, Jakarta, Selasa, 25 Oktober 2011.

Mari Elka menuturkan, tugas baru di kementeriannya akan lebih mengarah kepada koordinasi agar implementasi dari cetak biru yang sudah memasukkan target dan program aksi bisa dijalankan dengan baik.

"Tentunya ada juga industri kreatif yang ada di bawah kementerian ini seperti film, seni pertunjukan, dan musik. Itu yang akan menjadi tanggung jawab kementerian ini," ungkapnya.

Untuk pembagiannya, Mari Elka mengakui, memang harus ada koordinasi dan tidak bisa berjalan sendiri-sendiri. Dia lalu mencontohkan sinergi antara Kementerian Perindustrian yang fokus pada produksi garmen dan Kementerian Perdagangan yang menjalankan fokus pekerjaannya pada aspek penjualan dan promosi.

Sehingga, lanjut Mari Elka, jika dirinya menjadi koordinator, maka tugasnya adalah mempromosikan industri kreatif sebagai sesuatu yang bisa diangkat untuk pasar dalam negeri maupun internasional.

"Industri fashion kalau berhasil di pasar luar negeri akan mengangkat nama Indonesia. Peran atau keuntungan pengembangan ekonomi kreatif di luar dari dampak ekonominya langsung terhadap PDB, pekerjaan, ekspor, adalah mengangkat citra negara, fashion branding dari suatu negara," ungkapnya.

Salah satu bentuk fashion branding yang berhasil adalah ketika perancang busana Indonesia, Tex Saverio, yang hasil rancangannya dipakai oleh penyanyi Amerika, Lady Gaga.

"Tex Saverio, designer Indonesia membuat baju untuk Lady Gaga, itu luar biasa. Dampaknya, Indonesia ternyata bisa, fashion-nya bisa dipakai Lady Gaga, value-nya sangat tinggi," kata Mari Elka.

Dia menambahkan, pembagian tugas lembaganya dengan kementerian lain akan lebih diarahkan ke dalam bentuk sinergi antara berbagai kementerian. Selain itu, tugas Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif adalah membuat nilai tambah dari keberadaan ekonomi kreatif, sehingga hasilnya akan terasa. (art)



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
jurdil
24/03/2012
Mohon dimaaf Bu, namanya juga birokrat bu, dari kerja sampe pensiun kerjanya cuma tahu dari satu formulir ke formulir lainya, implementasi bingung, kreatifitas apalagi !!!...nuntut naik gaji dan fasilitas itu jagonya,
Balas   • Laporkan
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ