VIVAnews - Perombakan atau reshuffle kabinet masih menyisakan permasalahan, terutama terkait pembagian tugas antara Menteri Perindustrian MS Hidayat dengan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Mari Elka Pangestu.
"Saya akan minta Dirjen IKM Kemenperin (Industri Kecil dan Menengah Kementerian Perindustrian) agar ngomong dengan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif agar tidak overlapping," kata Menteri Perindustrian, MS Hidayat, di kantornya, Jakarta, Jumat 21 Oktober 2011.
Beberapa bidang, kata Hidayat, terkait ekonomi kreatif selama ini di bawah Dirjen IKM Kemenperin, terutama bidang fashion dan beberapa bidang industri kecil lainnya.
"Kalau menperin urusannya di Dirjen IKM, misalnya fashion, ada beberapa hal saja. Tapi, kalau mau diambil alih ekonomi kreatif, ya di sini nggak ada fashion show lagi," ungkap Hidayat.
Sebelumnya, Mari Elka Pangestu yang kini menjabat sebagai Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif menyambut baik bidang tersebut diatur khusus dalam satu kementerian. Ia siap memajukan ekonomi kreatif, karena memiliki kontribusi lumayan bagi perekonomian.
Mari mengaku selama dirinya menjadi Menteri Perdagangan, masalah ekonomi kreatif ini sudah dibuat cetak biru pada 2008. Menurut dia, tugas baru itu sangat menantang.
Dia mengungkapkan, ekonomi kreatif memiliki kontribusi 7,6 persen terhadap perekonomian atau sekitar Rp140 triliun. Ekonomi kreatif juga mengontribusi ekspor 10 persen dan memiliki tenaga kerja 7,7 juta atau 7 persen dari total tenaga kerja di Indonesia. (art)