Syarat RI Masuk 5 Raksasa Ekonomi Dunia
Indonesia tidak hanya masuk 10 negara terbesar ekonomi dunia, tapi lima besar di 2030.
Selasa, 16 Agustus 2011, 12:56 WIB
Antique
Fauzi Ichsan, Ekonom Stanchart (Vibiznews.com)
VIVAnews - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengatakan, saat ini Indonesia memiliki peluang sangat baik untuk menjadi salah satu negara dengan skala ekonomi sepuluh terbesar di dunia. Peluang itu diperkirakan dapat tercapai dalam dua hingga tiga dasawarsa mendatang.
Menurut ekonom Standard Chartered, Fauzi Ichsan, Indonesia tidak hanya akan masuk 10 negara terbesar ekonomi dunia, tapi berada dalam lima besar kekuatan ekonomi dunia pada 2030.
"Betul sekali, Indonesia akan menjadi negara adidaya ekonomi pada 10 hingga 20 tahun mendatang bersama China, Amerika Serikat, India, dan Brasil," kata Fauzi saat dihubungi VIVAnews.com di Jakarta, Selasa 16 Agustus 2011.
Sebab, dia mengatakan, dalam periode tersebut, negara-negara berkembang akan menjadi pendorong utama pertumbuhan. Bahkan, pertumbuhan ekonomi negara berkembang dapat melampaui negara maju.
"Asia akan mendorong sebagian besar dari pertumbuhan global selama 20 tahun ke depan. Jadi, kekuatan global ekonomi akan bergeser dari barat ke timur," ujar Fauzi.
Namun, Fauzi mengaku bahwa Indonesia akan menjadi salah satu negara dengan skala ekonomi terbesar dunia, bila pemerintah mengejar dan fokus pada pembangunan infrastruktur seperti pengerjaan jalan tol, pembangkit tenaga listrik, modernisasi pelabuhan laut dan udara. "Kuncinya di situ," tuturnya.
Menurut dia, dengan gencarnya pembangunan infrastruktur akan menghasilkan efek positif seperti terbukanya lapangan pekerjaan, meningkatnya daya beli masyarakat, dan turunnya biaya energi. "Otomatis, akan berimbas pada penurunan inflasi dan suku bunga perbankan," ujar Fauzi. (art)
Jangan ngimpi ........... basmi korupsi aja nggak bisa mau jadi raksasa ekonomi dunia......halahhhhhh
ahmad
16/08/2011
bukan masalah etnis kalau masalah ekonomi.jgn picik kalo jadi orang. kalau tanpa etnis cina didunia manapun ekonomi ga bakalan jalan. masing2 punya peran sesuai dgn kapasitasnya. ga usah sirik .
wagunemen
|
17/08/2011
|
Laporkan
memang orang2 keturunan cina (t'utama di Jawa) sngt ulet.Ini yg ndak ada di klngn pribumi.dg Kebijakan tertentu,saatnya orang PRIBUMI Harus mengambil PERAN,t'utama BISNIS dan Ekonomi.jd kuncinya KEBIJAKAN yg NON-KORUPSI
putra
16/08/2011
yups..yg terpenting adlah menyejahterakan msyarakat dl..dg cara membumihanguskan para koruptor yg kemudian uang yg dikorupsi dikembalikan kpd negara utk menyejahterakan rakyat..
BUKAN kebanggaan menjadi Raksasa Ekonomi, Tapi yg PENTING satu KESEJAHTERAAN YANG MERATA. bukan dinikmati oleh Pejabat dan para Chinese. Tp kaum PRIBUMI. kl di Malaysia: BUMIPUTRA.
Musthofa Amin Khusaini
16/08/2011
Okelah kalo begitu.
Percuma mnjdi negara dengan skala ekonomi sepuluh terbesar di dunia klo rakyat msih terjajah scara ekonomi/rakyatnya msih miskin,lhat ,malaysia rakyatnya bisa sjahtera wlapun tdk trmsuk dijajaran 10 besar tsb...
wagunemen
|
17/08/2011
|
Laporkan
malaysia msh lbh baik dr sisi kesejahteraan,namun blm dr sisi kebebasan.smua adl trade-off, mlihat kultur yg multietnis dan multinilai.Malaysia lbh bnyk lapangan KERJA.Indonesia MINIM.
ken.astungkara
|
16/08/2011
|
Laporkan
mas, emang situ sepaham apa dengan ekonomi malaysia.. coba datang dan pelajari pemerataannya.. bakal malu sendiri lu
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar