Bisnis

Konglomerat Ini Mau Bayar Pajak Lebih Tinggi

Menurut dia, pajak yang tinggi pada akhirnya menciptakan banyak lapangan kerja.

Selasa, 16 Agustus 2011, 11:25 WIB
Renne R.A Kawilarang
Warren Buffett (AP Photo)

VIVAnews - Konglomerat Warren Buffet mengajukan tuntutan yang kemungkinan besar dihindari banyak orang kaya di AS. Dia meminta pemerintah AS agar menaikkan pajak bagi para taipan seperti dirinya.

Buffet pun bersedia membayar pajak yang dinaikkan pemerintah. Sikap Buffet itu dia lontarkan dalam kolom opini di harian The New York Times, seperti yang dipantau stasiun berita CBS, 15 Agustus 2011.

Bagi Buffet, para konglomerat di negerinya selama ini sudah dimanja oleh para politisi yang mendukung orang-orang kaya di Kongres. Padahal, menurut dia, AS sedang kesulitan keuangan dan pemerintah memiliki keterbatasan pilihan untuk menghimpun lebih banyak kas negara selain harus menaikkan pajak.

Dia berkali-kali menganjurkan pemerintah agar menerapkan pajak yang lebih tinggi bagi kaum super kaya di AS. Buffet mengungkapkan bahwa potongan pajak dari pendapatan yang dia terima pada 2010 hanya 17,4 persen. "Padahal orang-orang yang bekerja untuk saya gajinya dipotong untuk pajak sebesar antara 33% hingga 41%," kata Buffet, yang berjuluk "Orang Pintar dari Omaha."

Maka, dia mengusulkan kepada komite khusus di Kongres, yang bertugas memberi rekomendasi kepada pemerintah untuk mengatasi krisis fiskal, agar segera mengusulkan kenaikan pajak bagi orang-orang super kaya. Namun dia tidak memberi angka spesifik seberapa besar pajak harus naik.

Bagi Buffet, pajak yang tinggi pada akhirnya menciptakan banyak lapangan kerja, yang merupakan faktor vital bagi pertumbuhan ekonomi AS. Contohnya, selama dekade 1980 hingga 1990, tingkat pajak atas investasi Buffet lebih tinggi dari sekarang.

"Saya ingin mencatat bahwa terdapat penambahan hampir 40 juta pekerjaan antara 1980 hingga 2000. Setelah itu kita tahu apa yang terjadi: tingkat pajak menurun, penciptaan lapangan kerja juga merosot," tulis Buffet.

Konglomerat berusia 80 tahun itu merupakan Ketua sekaligus Kepala Eksekutif Korporat Berkshire Hathaway Inc., yang memiliki aset US$372 miliar per 2010. Menurut majalah Forbes, Buffet tahun ini menempati peringkat tiga daftar orang-orang super kaya di dunia.  (eh)

• VIVAnews
Rating
Komentar
aaah!!!! suruh bikin 3gp si gayus didalam sana
Balas   • Laporkan
yogurt32
17/08/2011
orang Indonesia itu pinter theory...kalo dengerin ceramah ulama pada manggut2....giliran melaksanakan kewajiban warga negara pada nrabas aturan seenaknya....kyk aq.bung dwind....bukannya maling america lebih pinter dr gayus....gayus bego mau suruh balik..
Balas   • Laporkan
jamil
16/08/2011
bagaimana dengan Konglomerat pemilik portal ini, apakah mau seperti DIA......
Balas   • Laporkan
dwind | 16/08/2011 | Laporkan
jika warren buffet mengenal "gayus" di amerika...apakah dia msh mau mengatakan demikian???
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ